Narasita.com- SIGI — Rumah Sakit (RS) Torabelo di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, merawat 14 korban terdampak bencana yang dirujuk dari wilayah Nokilalaki dan Kamarora. Para korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RS Torabelo, dr Dhia Ratnaningsih, mengatakan sebagian korban mengalami cedera kepala dan patah tulang sehingga memerlukan perawatan intensif.
“Korban yang masuk ke RS Torabelo berjumlah 14 orang. Semuanya sudah mendapatkan tindakan medis di IGD. Ada yang mengalami kontusio atau cedera kepala dan otak, serta ada yang mengalami patah tulang,” kata Dhia saat ditemui di RS Torabelo.Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, sebagian pasien masih dirawat di tenda darurat yang didirikan di lingkungan rumah sakit. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil asesmen keamanan bangunan pascagempa.
“Kami masih menunggu informasi dan keputusan dari pihak terkait mengenai keamanan bangunan. Kalau sudah dinyatakan aman, pasien akan kembali dipindahkan ke dalam gedung,” ujarnya.
Dhia menjelaskan, pasien yang sebelumnya dirawat di ruang anak dan ruang bedah diprioritaskan untuk dievakuasi ke tenda darurat karena kedua ruangan tersebut berada di area yang dinilai lebih berisiko.
Secara keseluruhan, sekitar 170 pasien telah dievakuasi ke luar gedung rumah sakit dan kini menjalani perawatan di tenda darurat maupun area terbuka yang telah disiapkan.
“Kurang lebih ada 170 pasien yang kami evakuasi ke luar gedung,” ujar Dhia.
Sementara itu, kondisi bangunan RS Torabelo juga mengalami dampak akibat guncangan. Hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah keretakan pada beberapa bagian gedung.
“Ada beberapa titik yang mengalami keretakan. Selain itu, terdapat sejumlah profil bangunan yang jatuh,” kata dia.
Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah bersama Bupati Sigi mengunjungi RS Torabelo untuk memantau kondisi korban dan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan.
Pihak rumah sakit hingga kini masih bersiaga menghadapi kemungkinan gempa susulan sembari menunggu hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan.ngel





