MANCHESTER, NARASITA – Gelandang serang Manchester City, Tijjani Reijnders, dilaporkan resmi hengkang ke klub Liga Arab Saudi, Al Qadsiah. Transfer Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah ini disepakati dengan nilai €61 juta (sekitar Rp1,1 triliun), sementara sang pemain akan mengantongi kontrak 5 tahun senilai total €100 juta (sekitar Rp2 triliun) yang efektif pada Agustus 2026.
Kesepakatan lisan antara Manchester City dan Al Qadsiah sudah tercapai, memastikan kepindahan Tijjani Reijnders. Pemain berusia 28 tahun itu bahkan tidak ikut dalam sesi latihan terbaru timnya karena sedang bersiap untuk terbang menuju Arab Saudi. Proses transfer Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah ini menandai langkah ambisius klub Timur Tengah dalam memperkuat skuadnya.
Bagi Manchester City, penjualan Tijjani Reijnders menambah pundi-pundi pendapatan transfer mereka musim panas ini, yang kini telah melampaui £100 juta. Sebelumnya, City juga telah melepas pemain seperti James Trafford dan Nathan Ake. Penjualan ini membantu klub menyeimbangkan neraca keuangan sekaligus memberikan ruang untuk rekrutmen pemain baru.
Al Qadsiah sendiri berhasil mendatangkan seorang playmaker berpengalaman dengan reputasi Eropa. Kedatangan Tijjani Reijnders diharapkan mampu memperkuat lini tengah tim dan meningkatkan daya saing mereka di kancah Liga Arab Saudi. Langkah ini sejalan dengan ambisi Liga Arab Saudi untuk menarik lebih banyak bintang sepak bola global.
Kabar mengenai transfer Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah ini pertama kali dilaporkan oleh jurnalis sepak bola kenamaan. Mike Verweij, misalnya, mengonfirmasi detail kontrak sang pemain.
“Reijnders akan mendapatkan total €100 juta untuk lima tahun kontraknya,” kata Mike Verweij.
Sementara itu, pakar transfer Fabrizio Romano juga turut mengonfirmasi kesepakatan tersebut.
“Here we go: Tijjani Reijnders sepakat pindah ke Al Qadsiah, semua pihak telah mencapai kesepakatan lisan,” kata Fabrizio Romano.
Transfer Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi Manchester City dan kesempatan baru bagi Reijnders, tetapi juga semakin meningkatkan daya tarik Liga Arab Saudi di mata dunia.






