Narasita. Com-Palu-Kecelakaan kerja kembali terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kelurahan Poboya, tepatnya di area Vavolapo, Kecamatan Mantikulore, Senin (13/10) sekitar pukul 24.00 WITA.
Sumber media ini melaporkan, sebuah truk yang hendak menanjak membawa material emas hasil tambang terguling dan terperosok ke lubang galian.
“Pengemudi truk selamat, namun mengalami luka ringan akibat kecelakaan itu,” kata sumber terpercaya pada Selasa (14/10).
Kecelakaan diduga terjadi karena manuver kendaraan terlalu dekat dengan bekas lubang galian yang tidak stabil. Kondisi penerangan yang minim dan medan yang berbahaya juga disebut sebagai faktor penyebab.
“Kalau kita lihat, kondisi penerangan di area itu sangat minim. Medannya juga tidak aman. Itulah kemungkinan yang menyebabkan kecelakaan,” ujarnya.
Kecelakaan ini menambah catatan panjang insiden di lokasi tambang ilegal tersebut. Pekan lalu, insiden serupa menimpa salah satu sopir truk yang meninggal akibat tertimbun longsor saat bekerja di area yang sama.
Selain itu, menurut sumber terpercaya media ini, satu penambang berinisial HR juga meninggal dunia akibat tertimbun material longsor saat memuat emas ke truk. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal dalam perjalanan.
Sejak awal Juni lalu, beberapa insiden serupa juga terjadi di lokasi tambang ilegal Poboya, meski di titik berbeda, yakni di “Kijang 30”. Saat itu, dua penambang meninggal tertimpa material longsor, satu di lokasi kejadian dan satu lagi meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Korban berasal dari Kecamatan Palolo dan Provinsi Gorontalo.(rlis/py)





