NEW YORK, NARASITA – Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memicu kontroversi panas setelah menyatakan akan menggunakan kewenangan kota untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ancaman penangkapan Netanyahu ini dilontarkan Mamdani menjelang rencana kunjungan PM Israel tersebut ke New York pada Juli 2026. Mamdani menuduh Netanyahu sebagai “penjahat perang” atas kebijakan militer Israel di Gaza, menjadikan isu ini sorotan utama di panggung politik internasional.
Zohran Mamdani, seorang politisi progresif Muslim keturunan Uganda-India, terpilih sebagai Wali Kota New York pada tahun 2025. Ia dikenal aktif dalam gerakan pro-Palestina, dan pernyataan terbarunya menegaskan kembali posisinya terhadap konflik Israel-Palestina. Pernyataan Wali Kota New York Zohran Mamdani ini langsung menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan.
Benjamin Netanyahu, yang menjabat kembali sebagai Perdana Menteri Israel sejak 2022, dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat untuk menghadiri forum diplomatik dan bertemu dengan komunitas Yahudi Amerika. PM Israel ini seringkali dituduh oleh kelompok hak asasi manusia internasional melakukan pelanggaran HAM di Gaza. Kunjungan Netanyahu selalu menjadi agenda penting di kancah politik global.
“Netanyahu adalah penjahat perang. Jika ia datang ke New York, ia harus ditangkap,” kata Zohran Mamdani.
Kritik keras datang dari Alan Dershowitz, profesor hukum Harvard dan pengacara senior, yang menyebut pernyataan Wali Kota New York Zohran Mamdani tersebut “berbahaya” dan “tidak menghormati hukum internasional”. Dershowitz menuduh pemilih Muslim di New York mendukung agenda anti-Israel. Pandangan Dershowitz ini menambah panasnya polemik yang ada.
“Pernyataan Mamdani adalah ancaman terhadap demokrasi dan hukum internasional. Ia tidak memahami batas kewenangan seorang wali kota,” kata Alan Dershowitz.
Reaksi publik di New York terbelah; komunitas Muslim mendukung langkah Wali Kota New York Zohran Mamdani, sementara komunitas Yahudi menilai pernyataan itu provokatif dan dapat memicu ketegangan. Pemerintah federal AS menegaskan bahwa kunjungan Netanyahu dilindungi oleh protokol diplomatik, mengisyaratkan bahwa ancaman penangkapan ini secara hukum sulit diwujudkan. Kunjungan diplomatik ke Kota New York biasanya memiliki perlindungan khusus.
“Langkah Mamdani mencerminkan keberanian moral, meski secara hukum sulit diwujudkan,” kata seorang Aktivis HAM New York.
Isu mengenai ancaman penangkapan Netanyahu oleh Wali Kota New York Zohran Mamdani telah menjadi headline media internasional dan memicu perdebatan luas tentang batas kewenangan pemerintah lokal terhadap tamu negara asing. Peristiwa ini berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel di masa mendatang.





