JAKARTA, NARASITA – WhatsApp, aplikasi pesan instan populer milik Meta, dikabarkan tengah menyiapkan fitur baru bernama ‘Scam Alert’ yang dirancang untuk mendeteksi pesan berpotensi penipuan. Fitur ini bertujuan meningkatkan keamanan pengguna di tengah maraknya modus penipuan digital yang semakin canggih.

Uji coba beta untuk fitur WhatsApp Scam Alert ini direncanakan dimulai pertengahan Agustus 2026 dan secara resmi akan diumumkan pada 1 September 2026. Saat ini, fitur tersebut masih terbatas untuk pengguna Android versi beta (v2.26.34.1) secara global.

Modus penipuan digital, termasuk peniruan identitas dan penggunaan konten buatan AI, menjadi alasan utama pengembangan WhatsApp Scam Alert. Fitur ini bekerja dengan menggunakan model machine learning berbasis perangkat (on-device) untuk menganalisis pola pesan yang mencurigakan tanpa perlu mengirim data percakapan ke server WhatsApp atau Meta.

Ketika sebuah pesan terdeteksi sebagai potensi penipuan, fitur WhatsApp Scam Alert akan menampilkan peringatan di ruang obrolan dengan teks ‘This may be a scam’ atau ‘Ini mungkin penipuan’. Pengguna kemudian diberikan pilihan untuk memblokir dan melaporkan kontak tersebut, atau menandai chat sebagai ‘terpercaya’ jika peringatan itu salah.

Pihak WhatsApp (Meta) menegaskan komitmen mereka terhadap privasi pengguna. “Tidak ada konten pesan yang meninggalkan perangkat untuk klasifikasi atau dilaporkan secara otomatis ke WhatsApp, Meta, atau siapa pun,” kata perwakilan WhatsApp.

Fitur WhatsApp Scam Alert ini bersifat opsional, yang berarti secara default tidak aktif dan pengguna harus mengaktifkannya secara manual melalui menu pengaturan akun. Ancaman yang ditargetkan oleh fitur ini meliputi penipuan transfer uang, pig butchering, peniruan identitas, hingga konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

“Fitur ini melengkapi enkripsi end-to-end sekaligus memungkinkan pengguna mengontrol peringatan penipuan secara opsional,” tambah penjelasan teknis dari WhatsApp. Kehadiran WhatsApp Scam Alert diharapkan dapat menjadi standar baru keamanan di industri aplikasi pesan instan dan secara signifikan menekan angka korban penipuan daring.

Dengan adanya fitur ini, pengguna akan mendapatkan perlindungan tambahan dari berbagai modus penipuan digital. Sementara bagi para penipu, upaya menyebarkan pesan massal akan semakin sulit karena pola teks akan dianalisis secara otomatis oleh sistem keamanan WhatsApp.