Narasita.com– Aksi unjuk rasa Ribuan mahasiswa dari sejumlah kampus bersama aliansi ojek online di Kota Palu berlangsung damai, Senin (1/9/2025).
Massa yang berkumpul di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah sejak pukul 11.50 Wita hingga 15.30 Wita itu menyampaikan aspirasi tanpa tindakan anarkis.
Unjuk rasa berjalan tertib dengan orasi dan penyampaian tuntutan. Massa aksi menekankan solidaritas atas tindakan represif aparat kepolisian terhadap demonstran di Jakarta beberapa waktu lalu.
Para peserta aksi kemudian diterima langsung oleh Ketua DPRD Sulteng M Arus Abdul Karim, Gubernur Sulteng Anwar Hafid, mantan Gubernur Rusdi Mastura, serta Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Hadir pula unsur Forkopimda, di antaranya Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan, Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma, dan Kapolres Palu Kombes Pol Deny Abrahams.
“Sejak semalam, aksi diarahkan agar berlangsung damai. Jangan sampai ada tindakan anarkis,” kata salah seorang peserta aksi. Ia menegaskan, masyarakat Palu memiliki pertimbangan khusus karena daerah ini baru saja pulih dari bencana.
Adapun tuntutan massa mencakup isu nasional dan daerah. Mereka meminta pengesahan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana, mengawal pengusutan kasus yang menimpa Affan Kurniawan, serta menuntut pertanggungjawaban kepolisian dan DPR atas meninggalnya almarhum Affan.
Di tingkat lokal, massa menyoroti evaluasi pajak UMKM 10 persen di Kota Palu, pembatalan kenaikan gaji pegawai, evaluasi program BERANI Cerdas Pemprov Sulteng, dan evaluasi seluruh aktivitas tambang di Sulawesi Tengah





