Narasita.com- SIGI, — Hamparan sawah di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, kembali menguning. Untuk pertama kalinya sejak saluran irigasi Gumbasa berfungsi kembali, para petani menggelar panen raya padi di lahan seluas 1.600 hektar.
Pada tahap awal, padi yang berhasil dipanen baru sekitar 500 hektar. Meski begitu, momen ini menjadi tonggak penting bagi pemulihan sektor pertanian di wilayah yang sempat luluh lantak akibat gempa dan likuifaksi 2018 silam.
Panen raya tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, serta Bupati Sigi Rizal Intjenae.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura menyerahkan dua unit mesin pemanen padi untuk kelompok tani. Bantuan tersebut merupakan aspirasi yang sebelumnya diajukan Bupati Sigi guna mempercepat proses panen di ribuan hektar lahan yang sudah siap digarap.
“Kita berharap bantuan ini bisa meningkatkan produktivitas petani, sekaligus menegaskan bahwa Sigi siap kembali menjadi lumbung pangan pasca bencana,” ujar Bupati Rizal Intjenae.
Bagi warga Sibalaya Utara, panen raya ini bukan sekadar panen padi, melainkan juga panen harapan. Mereka meyakini tanah Sigi yang sempat hancur diterjang gempa kini benar-benar bangkit.
“Ini bukti pertanian kita kembali hidup. Kami juga menyiapkan sepuluh ribu hektar lahan baru untuk memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah,” kata Gubernur Anwar Hafid.
Panen raya di Sibalaya Utara menjadi simbol kebangkitan pertanian Sulawesi Tengah. Dari tanah yang dulu porak-poranda akibat bencana, kini tumbuh kembali harapan baru bagi ribuan petani.(lis)





