Narasita.com- PALU, — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengajak mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) untuk ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ajakan ini disampaikan dalam sebuah dialog kebangsaan bertema “Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Ideologi Sehat dan Moderat” yang digelar di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/9/2025).
Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Densus 88 AT Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Januario Jose Morais, menegaskan pentingnya kebersamaan menjaga Indonesia sebagai rumah besar.
“Mari kita buktikan bahwa Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Rumah ini akan kuat apabila kita saling menjaga, saling menghormati, dan bekerja sama,” kata Januario.
Dialog tersebut diikuti puluhan mantan anggota JI, termasuk menghadirkan mantan Amir JI terlama, Para Wijayanto, yang memimpin organisasi itu pada 2008–2019.
Menurut Januario, perbedaan masa lalu tidak boleh lagi menjadi sekat. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran untuk memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebangsaan.
“Saya berharap semua pihak terlibat aktif mengisi kemerdekaan Indonesia, sehingga bangsa ini semakin maju dan bermartabat. Mari bersama-sama mematuhi hukum yang berlaku di NKRI,” ujarnya.
Selain dialog, kegiatan juga menjadi ruang sosialisasi program Rumah Wasathiyah yang digagas mantan Panglima Militer JI, Khoirul Anam alias Bravo. Program tersebut berfokus pada transformasi ideologi berbasis keilmuan, dengan dakwah moderat yang menyerukan kembalinya kesetiaan kepada NKRI.(fzy).





