Narasita.com-Palu- Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, absen dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas melalui Asta Cita Presiden yang digelar Senin, 17 November 2025, di Hotel Esterella, Kabupaten Banggai. Ketidakhadiran ini menjadi sorotan publik karena rapat tersebut dianggap strategis untuk percepatan realisasi program nasional.

Rapat yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Kapolda, Kajati, Kasdam, Kabinda, serta bupati se-Sulawesi Tengah, diwakili Wali Kota Palu oleh Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Acara ini mencakup penandatanganan MoU “Sulteng Satu Data Pertahanan” dan pembahasan delapan misi utama Asta Cita, mulai dari pemantapan ideologi Pancasila hingga pembangunan infrastruktur desa dan pemerintahan bersih berbasis data.

Berdasarkan unggahan di akun Instagram resmi , Hadianto Rasyid berada di Jakarta sejak pagi untuk melakukan pertemuan dengan Mr. Toshiaki Tatsu, President Director PT Kanadevia Indonesia. Pertemuan tersebut membahas pembangunan pabrik biogas yang memanfaatkan limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna.

Pabrik biogas ini ditargetkan dapat menghasilkan bahan bakar alternatif dan pupuk dari limbah cair, serta membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga Kota Palu.

“Proyek ini penting untuk mendukung energi bersih dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tulis Hadianto Rasyid dalam akun Instagram-nya.