Narasita.com- POSO – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, mengapresiasi peran Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dalam mendorong pemberdayaan pelaku UMKM perempuan di daerah. Apresiasi itu disampaikan dalam kegiatan media gathering jurnalis Update TW IV 2025 di Resort Torau, Kabupaten Poso, Senin (8/12/2025).
Bonny menilai PNM Mekaar telah memberikan kontribusi nyata melalui pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan kepada perempuan pelaku usaha. Menurut dia, program tersebut tidak hanya memperluas akses permodalan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha anggota komunitas.
“PNM Mekaar telah menunjukkan model pembiayaan yang bukan hanya memberi akses permodalan, tetapi juga ilmu dan pengawasan yang membuat usaha para ibu-ibu komunitas berkembang. Produk mereka semakin berkualitas, lebih laku di pasaran, dan kreditnya pun berjalan lancar,” ujar Bonny.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan, mulai dari edukasi hingga kontrol kualitas produk, telah meningkatkan daya saing UMKM di pasar. Keberhasilan itu, katanya, membuka peluang bagi peningkatan nilai kredit bagi pelaku usaha yang dinilai layak dan menunjukkan perkembangan positif.
Dengan peningkatan plafon pembiayaan, Bonny berharap UMKM perempuan dapat memperluas usaha dan naik kelas. Ia menegaskan bahwa OJK Sulteng akan terus mendorong lembaga pembiayaan yang menempatkan pemberdayaan sebagai prioritas, terutama bagi kelompok usaha kecil dan komunitas perempuan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Ketika ibu-ibu komunitas diberdayakan dengan baik, dampaknya bukan hanya pada keluarga mereka, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Bonny.
Ia menambahkan, dukungan pembiayaan yang disertai pendampingan berkelanjutan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. OJK berharap keberadaan PNM Mekaar dan program serupa dapat memperkuat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di Sulawesi Tengah.et





