Narasita.com- Palu, — Upaya Pemerintah Kota Palu meraih predikat Adipura Kencana mendapat dukungan dari tingkat kelurahan melalui penguatan peran Bank Sampah Poboya. Keberadaan bank sampah dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Hal tersebut disampaikan Lurah Poboya, Muhammad Zulfin, S.A.P., dalam kegiatan Pengenalan Bank Sampah Kabelota Pasinggani di Kantor Kelurahan Poboya, Rabu (12/2). Ia menegaskan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi bagian strategis dalam mendukung penilaian Adipura Kencana.
“Bank sampah menunjukkan komitmen warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Ini menjadi poin penting dalam penilaian Adipura,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pihak swasta. Perwakilan PT Bumi Resources Mineral (BRM), Nurmansyah, mengapresiasi proses pembentukan Bank Sampah Poboya yang dinilainya tidak mudah pada tahap awal. Namun, menurutnya, perkembangan yang ada saat ini menunjukkan hasil dari kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kemajuan Bank Sampah Poboya ke depan.
Hal senada disampaikan Officer PPM CSR PT Citra Palu Mineral (CPM), M. Rizky Sultan. Ia menyatakan kesiapan perusahaan untuk berkolaborasi dan membuka peluang kemitraan dalam mendukung operasional bank sampah.
Sementara itu, fasilitator lapangan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah, Marlina, menjelaskan bahwa pembentukan Bank Sampah Poboya dimulai sejak November sebagai bagian dari Program SOLUSI Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu. Ia mengakui berbagai tantangan dihadapi dalam proses pembentukannya.
“Pastinya banyak tantangan dalam pembentukan bank sampah. Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, sekaligus melengkapi dokumen kelembagaan seperti AD/ART dan SOP agar tata kelola bank sampah berjalan lebih kuat dan tertib,” tuturnya.
Ketua Bank Sampah Poboya, Yayan Sofyan, menjelaskan bahwa nama “Kabelota Pasinggani” memiliki arti “Kebaikan Bersama”. Ia mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk memberikan saran serta bergabung sebagai anggota.
Secara teknis, pengelolaan sampah akan dilakukan melalui sistem penjemputan di setiap RT. Sampah dari rumah tangga akan dikumpulkan terlebih dahulu di tingkat RT sebelum diangkut ke lokasi bank sampah.
“Kami akan melakukan sosialisasi ke setiap RT di Poboya terkait teknis pelaksanaannya. Tahap awal, kami fokus mengelola sampah plastik, kemudian berlanjut ke jenis sampah lainnya agar prosesnya bisa dievaluasi secara bertahap,” jelas Yayan.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan karung kepada perwakilan setiap RT sebagai simbol kerja sama antara Bank Sampah Poboya dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif warga, Bank Sampah Poboya diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung Kota Palu meraih Adipura Kencana. (fha)





