Narasita. Com- PALU, – Pemerintah Kota Palu terus menggencarkan upaya pencegahan penyebaran campak melalui program imunisasi massal yang menyasar anak-anak di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini dinilai krusial mengingat lingkungan sekolah memiliki risiko penularan tinggi akibat interaksi intens antar anak.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang tengah difokuskan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut di wilayah Kota Palu.
Epidemiolog Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Palu, Nirnawita, mengatakan imunisasi menjadi cara paling efektif dalam memutus rantai penularan campak.
“Saat ini kami melakukan respons cepat terhadap penyebaran penyakit campak dengan melaksanakan imunisasi di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih besar untuk terinfeksi sekaligus menularkan virus kepada teman sebaya.
Menurut Nirnawita, gejala campak umumnya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta munculnya ruam merah pada kulit. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada anak usia dini.
Dinas Kesehatan Kota Palu menargetkan cakupan imunisasi campak dan rubella (MR) mencapai lebih dari 95 persen pada tahun ini. Namun, hingga saat ini capaian baru berada di angka sekitar 81 persen.
Karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan institusi pendidikan, untuk mendorong peningkatan cakupan imunisasi.
Sekolah TK dan PAUD diimbau berperan aktif dalam menyukseskan program ini dengan memberikan edukasi kepada orang tua serta memfasilitasi pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah.
Selain itu, orang tua juga diminta tidak ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat guna melengkapi status imunisasi mereka.
Pemerintah Kota Palu berharap, melalui langkah terpadu ini, penyebaran campak dapat segera dikendalikan dan kesehatan anak-anak tetap terjaga.lis





