Narasita.com- Palu- — Anggota Komisi B DPRD Kota, Nasir Dg Gani, menanggapi keluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terkait kenaikan harga pangan dan plastik kemasan yang disebut-sebut membebani biaya produksi.
Menurut Nasir, kenaikan harga yang terjadi saat ini belum tergolong signifikan dan masih dalam batas yang dapat dijangkau masyarakat. Ia menilai, fenomena kenaikan harga tersebut belum dipicu faktor utama seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM), yang biasanya berdampak luas terhadap biaya distribusi dan produksi.
“Kalau mengacu pada kondisi sebelumnya, kenaikan harga biasanya terjadi ketika BBM naik karena hampir semua sektor industri bergantung pada energi. Namun saat ini, itu belum terjadi, tapi harga sudah mulai naik,” ujarnya.Kamis(15/4/2026).
Ia menambahkan, kenaikan harga plastik kerap dijadikan tolok ukur oleh sebagian pelaku usaha untuk menyesuaikan harga jual produk mereka. Meski demikian, berdasarkan pemantauan di lapangan, lonjakan harga plastik tidak setinggi yang dikeluhkan.
“Ada yang menyebut naik sampai dua atau tiga kali lipat, tapi dari pantauan kami, tidak seperti itu. Kenaikannya masih di kisaran yang wajar, misalnya dari Rp15.000 menjadi Rp20.000, bukan dua kali lipat,” jelasnya.
Nasir juga mengingatkan bahwa persepsi kenaikan harga di kalangan masyarakat terkadang lebih besar dibandingkan kondisi riil di lapangan. Hal ini bisa memicu kekhawatiran berlebih, terutama bagi pelaku UMKM.
Meski begitu, DPRD tetap membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk menyampaikan keluhan secara resmi. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi jika ditemukan kenaikan harga yang benar-benar memberatkan.
“Kami di DPRD sifatnya memantau. Kalau memang ada kenaikan yang signifikan dan berdampak luas, tentu akan kami tindak lanjuti. Saat ini, hasil pantauan kami menunjukkan harga masih relatif stabil,” ujarnya.
Ia menegaskan, yang terpenting adalah ketersediaan barang tetap terjaga di pasaran, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi meskipun terjadi penyesuaian harga.
“Yang penting barang tetap ada dan kenaikannya masih bisa dijangkau masyarakat. Jangan sampai harga naik tapi barangnya justru sulit didapat,” tutupnya.dyl





