Narasita.com-Jakarta-Setiap April, peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk kembali mengingat semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendorong kesetaraan dan kemandirian perempuan. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan, terutama bagi perempuan yang menghadapi tantangan hidup setelah kehilangan tulang punggung keluarga.

Perusahaan BUMN Jasa Raharja menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan. Hal ini penting mengingat banyak perempuan harus mengambil alih peran sebagai pencari nafkah setelah suami meninggal dunia akibat kecelakaan.

Data menunjukkan, korban kecelakaan lalu lintas masih didominasi laki-laki usia produktif. Kondisi ini berdampak langsung pada perubahan struktur ekonomi keluarga, di mana perempuan yang sebelumnya berperan sebagai pengelola rumah tangga harus beradaptasi menjadi tulang punggung keluarga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Jasa Raharja menghadirkan layanan santunan yang diklaim cepat, transparan, dan terintegrasi guna memastikan hak ahli waris terpenuhi. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta inisiatif Pemberdayaan Ekonomi untuk Keluarga Ahli Waris Berdaya dan Terampil (JR Pelita), Jasa Raharja memberikan dukungan berupa modal usaha, pelatihan, hingga pendampingan bagi perempuan. Program ini juga diperkuat dengan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, mengatakan bahwa semangat Kartini masih relevan bagi perempuan masa kini.

“Menjadi perempuan masa kini adalah tentang keberanian untuk berdiri tegak, menentukan pilihan, dan mandiri atas jalan hidup yang dipilih. Kemandirian bukan hanya soal pembuktian diri, tetapi juga keyakinan bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk membawa perubahan,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, semangat tersebut tercermin dalam berbagai peran perempuan Indonesia saat ini, baik sebagai penggerak ekonomi keluarga maupun sebagai pendidik utama dalam menanamkan nilai keselamatan sejak dini di lingkungan keluarga.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Edukasi mengenai disiplin dan kehati-hatian, kata dia, kerap dimulai dari rumah melalui peran ibu.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Jasa Raharja berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk bangkit dan mandiri. Semangat Kartini, lanjut Dewi, tidak lagi sekadar simbol emansipasi, tetapi juga menjadi dorongan nyata bagi perempuan untuk terus berkembang di tengah berbagai tantangan.rls