PALU, NARASITA – Banjir Kasimbar melanda tiga desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin, 24 Agustus 2026. Peristiwa banjir Kasimbar ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam waktu lama, menyebabkan meluapnya air sungai hingga menggenangi pemukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan kejadian banjir Kasimbar ini diterima pada pukul 14.15 WITA. Waktu kejadian banjir diperkirakan sejak pukul 09.00 WITA. Banjir Kasimbar ini berdampak pada ratusan Kepala Keluarga (KK) dan sejumlah fasilitas umum.

Desa-desa yang terdampak banjir Kasimbar meliputi Desa Kasimbar Palapi (Dusun 1 & 2), Desa Kasimbar Induk (Dusun 1, 2 & 3), serta Desa Kasimbar Selatan (Dusun 1, 2 & 3). Total 107 KK di ketiga desa tersebut teridentifikasi terdampak langsung oleh banjir Kasimbar.

Selain rumah warga, banjir juga merendam beberapa fasilitas publik. Di Desa Kasimbar Palapi, satu unit masjid, satu unit SD Alkhaerat, lapangan bola, jalan desa, dan perkebunan seluas kurang lebih empat hektare turut terendam. Sementara itu, satu unit masjid dan satu unit SD terdampak di Desa Kasimbar Induk, serta SMP Negeri 1 Kasimbar di Desa Kasimbar Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto.menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal. “Melakukan assessment dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong,” katanya pada Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut laporan BPBD, hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat banjir Kasimbar ini. Namun, situasi akhir di lokasi masih menunjukkan bahwa genangan banjir belum sepenuhnya surut. Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah normalisasi sungai untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara berkala setelah penanganan lebih lanjut dilakukan terhadap dampak banjir Kasimbar.