FORMELLO, NARASITA – Penyerang muda Lazio, Petar Ratkov, terlihat berlatih terpisah dari rekan-rekannya di sesi latihan terbuka Kamis pagi (27/08/2026) di pusat latihan Formello. Insiden ini memperkuat spekulasi bahwa masa depan sang striker, Petar Ratkov, di ibu kota Italia semakin tidak jelas, terutama setelah kedatangan Andrea Pinamonti.
Pemain berusia 23 tahun asal Serbia itu hanya mengikuti sesi pemanasan bersama tim, sebelum akhirnya menepi dan tidak bergabung dalam permainan lapangan kecil. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Petar Ratkov tidak lagi menjadi prioritas utama pelatih Gennaro Gattuso menjelang laga penting Lazio melawan Genoa di Stadion Olimpico.
Sejak bergabung dengan Lazio pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar Rp240 miliar, Petar Ratkov belum mampu menunjukkan performa terbaiknya. Musim lalu, ia hanya mencatatkan 412 menit bermain di Serie A, dengan kontribusi 1 gol dan 1 assist. Angka tersebut jauh dari harapan, mengingat investasi besar yang telah dikeluarkan klub untuk Petar Ratkov.
Persaingan di lini depan Lazio kian ketat. Klub telah menghabiskan lebih dari Rp900 miliar untuk mendatangkan penyerang seperti Boulaye Dia, Tijjani Noslin, dan yang terbaru Andrea Pinamonti. Hal ini membuat peluang Petar Ratkov Terpinggirkan semakin besar untuk mendapatkan menit bermain reguler.
Sebuah sumber internal Lazio yang dikutip Corriere dello Sport menyebutkan perlunya Ratkov mendapatkan menit bermain. “Ratkov butuh menit bermain. Dengan kedatangan Pinamonti, sulit baginya untuk mendapat tempat reguler di tim utama,” kata sumber internal Lazio.
Gennaro Gattuso, pelatih Lazio, juga memberikan sinyal serupa terkait situasi Petar Ratkov. “Saya harus memilih pemain yang siap secara fisik dan mental. Ratkov masih bagian dari tim, tetapi kami harus realistis soal kebutuhan kompetisi,” ujar Gennaro Gattuso.
Dengan situasi ini, opsi peminjaman menjadi jalan keluar paling realistis bagi Petar Ratkov untuk melanjutkan kariernya. Lazio dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk meminjamkan sang pemain ke klub Serie A lain atau ke liga Eropa Timur, demi memberinya kesempatan bermain lebih banyak dan mengembalikan kepercayaan dirinya.





