MADRID, NARASITA – Penyerang asal Argentina, Julian Alvarez depresi setelah Atletico Madrid secara tegas menolak tawaran dari Barcelona untuk memboyongnya pada akhir Agustus 2026. Situasi ini memicu gejolak internal klub dan bahkan memantik aksi protes dari suporter Atletico di sekitar Stadion Metropolitano.

Kabar mengenai kondisi mental Julian Alvarez depresi muncul menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Pemain berusia 26 tahun tersebut dilaporkan sangat ingin bergabung dengan Barcelona, namun manajemen Atletico Madrid tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan sang penyerang andalan.

Barcelona dilaporkan telah mengajukan proposal transfer, namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Atletico Madrid. Penolakan ini membuat Julian Alvarez depresi dan merasa sangat frustrasi dengan situasi yang ada. Kontrak Alvarez sendiri masih berlaku hingga Juni 2029 di klub ibu kota Spanyol.

Sebagai penyerang tengah, Alvarez memiliki catatan impresif pada musim 2025/26, dengan 15 gol dan 7 assist dari 34 penampilan di LaLiga. Nilai pasarnya ditaksir mencapai €70 juta, atau sekitar Rp1,3 triliun, menjadikannya aset berharga bagi Atletico Madrid.

“Julian Alvarez mengalami depresi setelah Atletico Madrid menolak melepasnya ke Barcelona. Protes suporter mulai muncul di sekitar Metropolitano,” demikian laporan yang dikutip dari media Spanyol. Aksi protes suporter mendesak klub untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Gejolak transfer ini bukan hanya memengaruhi kondisi psikologis Julian Alvarez depresi, tetapi juga menciptakan ketegangan antara klub dan para penggemar. Tekanan publik yang terus meningkat bisa saja mengubah arah keputusan Atletico Madrid di detik-detik terakhir jendela transfer.