TRIGORIA, NARASITA – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, secara tersirat menunjuk gelandang muda Nicolò Pisilli sebagai solusi untuk mengisi kekosongan di lini tengah pasca-kepergian Neil El Aynaoui. Pernyataan ini disampaikan Gasperini pada awal September 2026 di Trigoria, pusat latihan AS Roma, menekankan tidak adanya hierarki dalam skuad dan performa sebagai penentu utama menit bermain.
Kepergian Neil El Aynaoui dari AS Roma pada bursa transfer musim panas 2026 memang meninggalkan pertanyaan besar mengenai kedalaman lini tengah tim. Namun, Gasperini dengan cepat memberikan sinyal bahwa talenta internal, yakni Nicolò Pisilli, sudah siap untuk mengambil peran penting tersebut.
Gasperini mengungkapkan perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh Nicolò Pisilli. Gelandang berusia 20 tahun yang merupakan produk akademi Roma ini dinilai telah menunjukkan kematangan. Kesiapan Nicolò Pisilli ini menjadi angin segar bagi tim untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
“Pisilli sangat maju. Dia sudah dewasa, menjadi lebih sadar. Dia telah berkembang, dia kuat,” kata Gian Piero Gasperini, memuji perkembangan Nicolò Pisilli.
Filosofi Gasperini yang menekankan meritokrasi menjadi kunci. Ia menegaskan tidak ada pemain inti atau cadangan, melainkan semua memiliki kesempatan yang sama. Hal ini membuka jalan lebar bagi pemain seperti Nicolò Pisilli untuk mendapatkan menit bermain reguler dan membuktikan kualitasnya di level tertinggi.
“Siapa pun yang bermain terbaik akan bermain,” tambah Gasperini, menggarisbawahi bahwa performa di lapangan akan menjadi satu-satunya kriteria penentu. Dengan strategi rotasi yang akan diterapkan, Nicolò Pisilli bersama Bryan Cristante dan Koné diproyeksikan menjadi motor lini tengah AS Roma musim ini.





