JAKARTA —Narasita– Rangkaian gempa susulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores masih berlangsung hingga Senin (7/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 13.156 kejadian gempa susulan hingga pukul 05.00 WIB.

Dari ribuan gempa tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan 0,9.

BMKG juga mencatat terdapat 36 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 177 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Aktivitas gempa tersebut terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya. Getarannya juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG menjelaskan, rangkaian gempa susulan merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang terjadi setelah gempa utama. Aktivitas tersebut masih dipantau melalui jaringan seismograf nasional.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta tidak panik serta mengikuti informasi dan arahan resmi BMKG.

Rangkaian gempa susulan umumnya dapat terus terjadi setelah gempa utama. Frekuensi dan kekuatannya dapat berubah seiring waktu.

Hingga pembaruan terakhir pada Senin pagi, BMKG masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas seismik di wilayah Flores dan sekitarnya.