AMSTERDAM, NARASITA – Maarten Paes, kiper Ajax, memilih menjadi ksatria sunyi di balik bayang-bayang kedatangan Marc-Andre Ter Stegen pada musim 2026/27. Meskipun kehilangan posisi sebagai penjaga gawang utama, Paes justru menunjukkan dedikasi luar biasa dan kontribusi signifikan bagi tim di balik layar, menjadi teladan profesionalisme.
Kedatangan kiper superstar Jerman, Marc-Andre Ter Stegen, secara otomatis menempatkannya sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax. Situasi ini memang membuat posisi Maarten Paes bergeser menjadi pelapis. Namun, bukannya merajuk atau menuntut transfer, Maarten Paes memilih untuk fokus pada keharmonisan tim.
Jordi Cruyff, Direktur Ajax, memuji sikap Maarten Paes yang dianggapnya sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’. Cruyff menyoroti bagaimana Maarten Paes menyambut pemain baru tersebut, memberikan dukungan moral, dan menjaga suasana ruang ganti tetap positif. Sikap ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas tim, terutama menjelang fase play-off dan awal kompetisi domestik.
“Dia adalah pemain yang benar-benar mengutamakan tim, dan saya sangat menghormati hal itu,” kata Jordi Cruyff.
Mentalitas Maarten Paes ini memperlihatkan bahwa kontribusi seorang pemain tidak hanya diukur dari sorotan di lapangan. Ia membuktikan bahwa dukungan di belakang layar, menjaga harmoni tim, dan sikap dewasa adalah bagian tak terpisahkan dari kesuksesan kolektif.
“Dia melakukan hal yang sama di babak play-off. Di situlah dia hanya menjalankan tugasnya,” tambah Cruyff.
Dedikasi Maarten Paes ini menjadi contoh nyata bagi pemain muda tentang pentingnya karakter dan profesionalisme. Bagi klub seperti Ajax Amsterdam, memiliki pemain dengan mentalitas seperti Maarten Paes sangat berharga untuk membangun tim yang solid dan berdaya saing tinggi.





