MILAN, NARASITA – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, diperkirakan akan melakukan perombakan signifikan pada susunan pemain jelang pertandingan Serie A giornata keempat melawan Lazio. Laga krusial ini akan digelar pada Minggu, 13 September 2026, di Stadion Olimpico, Roma. Keputusan untuk merombak formasi datang setelah Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Juventus, memicu Amorim untuk mencari penyesuaian taktik demi kemenangan.

Perubahan besar dalam strategi Ruben Amorim rombak formasi Milan ini terlihat dari potensi pergeseran posisi beberapa pemain kunci. Samuel Chukwueze, winger kanan berusia 27 tahun, diproyeksikan akan mengisi posisi bek sayap kanan. Sementara itu, gelandang serang berusia 22 tahun, Cissé, diperkirakan akan kembali menjadi starter dan menempati posisi gelandang serang kiri, mendukung striker utama Gonçalo Ramos.

Pengamat sepak bola Pietro Mazzara dari Tuttosport mengomentari rencana Ruben Amorim rombak formasi Milan ini. Ia menyoroti beberapa pemain yang mungkin tidak akan mengulang peran mereka seperti saat menghadapi Juventus.

“Diego Moreira dan Alexis Saelemaekers kemungkinan tidak akan kembali memainkan peran yang sama seperti saat melawan Juventus. Chukwueze berpeluang kembali dimainkan sebagai bek sayap kanan, sementara Cissé diperkirakan kembali mengisi posisi gelandang serang kiri di belakang Gonçalo Ramos,” kata Pietro Mazzara.

Gonçalo Ramos sendiri menunjukkan performa impresif di awal musim dengan torehan 2 gol dari 3 pertandingan. Kehadiran Cissé di belakangnya diharapkan mampu meningkatkan daya serang Rossoneri. Keputusan Ruben Amorim rombak formasi Milan ini menunjukkan komitmen untuk menemukan keseimbangan tim dan meraih hasil maksimal.

Dengan hasil imbang melawan Juventus, Milan bertekad untuk meraih kemenangan saat menghadapi Lazio. Perubahan taktik ini merupakan langkah strategis Ruben Amorim rombak formasi Milan untuk menjaga momentum di papan atas klasemen Serie A. Penggemar menantikan bagaimana Milan akan beradaptasi dengan formasi baru ini di lapangan.