TURIN, NARASITA – Striker Randal Kolo Muani Juventus dilaporkan menghadapi kendala taktis di klub raksasa Italia tersebut. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menginginkan penyerang tengah dengan karakteristik fisik kuat di kotak penalti, sebuah profil yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh Kolo Muani Juventus.
Kondisi ini menciptakan dilema di lini serang Bianconeri jelang musim 2026/2027. Kolo Muani, yang dikenal dengan mobilitas dan pergerakannya, dinilai kurang cocok dengan filosofi Spalletti yang menekankan kehadiran fisik di area penalti lawan.
Sejak musim panas, Spalletti secara konsisten meminta manajemen untuk mendatangkan striker yang mampu mendominasi duel udara dan fisik di kotak penalti. Namun, Kolo Muani Juventus memiliki gaya bermain yang lebih dinamis, bergerak mencari ruang ketimbang menjadi target man statis.
Kubu Juventus sebenarnya pernah memiliki Loïs Openda dan Jonathan David yang lebih mendekati kriteria tersebut, namun kedua pemain tersebut kini sudah tidak lagi memperkuat Juventus. Situasi ini membuat opsi Spalletti menjadi terbatas.
Saat ini, opsi terdekat yang sesuai dengan keinginan Spalletti adalah Nick Woltemade. Striker berusia 24 tahun itu dianggap memiliki profil yang lebih cocok sebagai target man fisik. Kehadiran Woltemade bisa menjadi solusi bagi Spalletti di tengah ketidaksesuaian taktis dengan Kolo Muani Juventus.
Ketidakcocokan taktis ini menimbulkan tekanan besar bagi Kolo Muani. Ia harus membuktikan bahwa dirinya bisa beradaptasi atau sang pelatih akan mencari alternatif lain.
“Selama musim panas, Spalletti meminta manajemen Juventus untuk seorang penyerang tengah yang mampu memaksakan diri secara fisik di kotak penalti,” kata sumber internal klub.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang masa depan Kolo Muani Juventus di bawah asuhan Spalletti. Apakah sang pelatih akan menyesuaikan sistemnya atau akan memberi lebih banyak kesempatan kepada Woltemade untuk mengisi posisi ujung tombak yang diidamkannya?
“Kolo Muani tidak bisa seperti itu… yang terlihat jelas adalah Woltemade sendiri,” ungkap seorang analis transfer, menyoroti perbedaan gaya bermain antara kedua striker tersebut. Ini menjadi tantangan besar bagi Juventus dalam menyusun kekuatan lini serang mereka.





