TURIN, NARASITA – Mantan pelatih timnas Italia, Fabio Capello, melayangkan pujian terhadap konsentrasi Juventus saat menghadapi NEC Nijmegen dalam laga UEFA Europa League pada Jumat, 18 September 2026. Capello menilai, tim asuhan Luciano Spalletti tersebut mampu menjaga fokus dan tampil solid meskipun mendapat tekanan keras dari lawan.

Komentar Capello ini muncul setelah Juventus berhasil mengalahkan NEC di kandang mereka. Menurutnya, meskipun NEC menerapkan pressing ketat sepanjang pertandingan, Si Nyonya Tua menunjukkan kedewasaan dan disiplin yang luar biasa, terutama sejak gol pertama tercipta.

“Saya melihat Juventus selalu waspada, NEC melakukan pressing keras, tetapi Juventus bermain dengan baik sepanjang pertandingan, sejak gol pertama, yang dipersiapkan dengan sangat baik,” kata Fabio Capello, kepada Sky Sport.

Konsentrasi Juventus yang tinggi ini, lanjut Capello, merupakan indikasi positif dari kerja keras sang pelatih, Luciano Spalletti. Ia menggarisbawahi bagaimana para pemain tampil tanpa egoisme dan saling membantu di lapangan, yang menjadi kunci keberhasilan menjaga konsentrasi Juventus.

“Tim selalu fokus, sedikit sekali sikap egois, dan semua orang saling membantu, yang berarti Spalletti telah memberikan sesuatu kepada tim,” tambah Capello.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa meski NEC mencoba menekan, mereka kesulitan menciptakan peluang berarti. Tim tamu hanya mampu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sebaliknya, Juventus, yang musim ini rata-rata penguasaan bolanya mencapai 58% dan menciptakan 12 peluang per pertandingan, berhasil mendominasi dan mengontrol jalannya laga.

Dampak kehadiran Spalletti di kursi kepelatihan Juventus memang terasa signifikan. Tim kini terlihat lebih fokus, minim egoisme, dan semua pemain aktif terlibat dalam fase pressing maupun build-up serangan. Keberhasilan menjaga konsentrasi Juventus di bawah tekanan menjadi bukti nyata dari perubahan mentalitas yang ditanamkan oleh pelatih berusia 65 tahun itu.

Kemenangan melawan NEC dengan menjaga konsentrasi Juventus yang prima ini diharapkan dapat menjadi modal penting bagi Bianconeri untuk terus berprestasi, tidak hanya di kancah Eropa tetapi juga di Serie A, di mana mereka perlu memperbaiki catatan clean sheet yang sempat absen dalam 20 laga terakhir.