TURIN, NARASITA – Nilai saham Exor di Juventus anjlok sebesar 29% pada paruh pertama tahun 2026. Penurunan signifikan ini terjadi di bursa saham Italia antara Januari hingga Juni 2026, memicu perhatian dari investor dan pengamat pasar.
Data menunjukkan, kapitalisasi pasar Exor N.V. sebagai pemegang saham mayoritas Juventus, tercatat turun dari €789 juta di awal tahun 2026 menjadi €557 juta pada Juni 2026. Ini mencerminkan perubahan persepsi investor terhadap harga saham Juventus di pasar modal.
Pihak-pihak terkait, termasuk Exor N.V. (holding milik keluarga Agnelli) dan Juventus Football Club, terus memantau situasi ini. Penurunan saham Exor di Juventus ini penting untuk dipahami secara konteks, lantaran tidak serta merta menunjukkan kerugian langsung pada operasional klub.
“Penurunan nilai saham Exor di Juventus sebesar 29% mencerminkan perkembangan harga saham di bursa, bukan kerugian yang dialami klub,” demikian laporan dari media olahraga Gazzetta dello Sport, Rabu (23/09).
Konteks finansial Juventus saat ini menunjukkan bahwa klub masih berada dalam Settlement Agreement UEFA terkait Financial Fair Play. Oleh karena itu, manajemen fokus pada restrukturisasi keuangan dan strategi transfer yang lebih hemat. Meskipun nilai saham Exor di Juventus menurun, Exor tetap berkomitmen untuk mendukung stabilitas finansial klub.
Penurunan nilai saham Exor di Juventus pada paruh pertama 2026 menunjukkan tantangan finansial yang dihadapi klub di pasar modal. Namun, ini lebih merupakan cerminan fluktuasi harga saham dan persepsi investor, bukan kerugian operasional langsung bagi Juventus. Stabilitas finansial tetap menjadi fokus utama manajemen di bawah pengawasan UEFA.





