LONDON, NARASITA – Daniel Levy, yang sebelumnya menjabat sebagai Chairman Tottenham Hotspur, dilaporkan telah menerima pesangon senilai £27 juta atau sekitar Rp530 miliar. Kabar mengenai Daniel Levy pesangon Tottenham ini menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola, terutama setelah adanya perubahan struktur manajemen di klub asal London tersebut.
Nominal pesangon Daniel Levy pesangon Tottenham tersebut disebut-sebut sebagai salah satu pembayaran kompensasi terbesar yang pernah diterima oleh seorang eksekutif dalam sejarah industri sepak bola. Laporan ini pertama kali diungkapkan oleh media olahraga terkemuka, GOAL, pada Rabu, 23 September 2026.
Daniel Levy telah menjadi Chairman Tottenham Hotspur sejak tahun 2001, periode yang menandai banyak perubahan signifikan bagi klub. Salah satu pencapaian besar di era kepemimpinannya adalah pembangunan stadion baru yang megah, Tottenham Hotspur Stadium, yang resmi dibuka pada tahun 2019. Jabatan Daniel Levy pesangon Tottenham berakhir pada tahun 2026 menyusul restrukturisasi kepemilikan klub.
Pemberian pesangon kepada Daniel Levy pesangon Tottenham ini dilakukan sebagai kompensasi atas pemutusan jabatan eksekutif, sesuai dengan kontrak yang berlaku dan regulasi bisnis. Besaran kompensasi ini secara otomatis menarik perhatian publik dan memicu diskusi mengenai standar remunerasi di kalangan eksekutif klub sepak bola.
“Daniel Levy disebut menerima £27 juta setelah diberhentikan dari Tottenham Hotspur. Nilai tersebut menjadi salah satu pembayaran kompensasi terbesar untuk seorang eksekutif dalam sejarah sepak bola,” kata GOAL dalam laporannya.
Dampak finansial dari pesangon ini tidak hanya menjadi sorotan publik tetapi juga berpotensi menjadi preseden baru dalam industri sepak bola Inggris. Besarnya nilai kompensasi yang diterima Daniel Levy pesangon Tottenham ini menggambarkan skala finansial yang sangat besar di balik pengelolaan klub-klub papan atas.
Dengan demikian, keputusan ini tidak hanya menutup babak panjang kepemimpinan Daniel Levy di Tottenham, tetapi juga membuka diskusi lebih lanjut mengenai praktik kompensasi di level eksekutif sepak bola profesional.





