JAKARTA, NARASITA – Harga Pangan Nasional pada 26 September 2026 menunjukkan dinamika signifikan, dengan beberapa komoditas mengalami kenaikan dan penurunan. Salah satu yang paling menonjol adalah cabai rawit merah yang mencapai Rp96.450/kg, menandai lonjakan harga yang patut diwaspadai di berbagai wilayah.

Pemantauan harga komoditas pangan ini dilakukan secara berkala melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Data ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam memantau stabilitas harga pangan nasional. Kenaikan harga pangan nasional, khususnya pada bahan pokok, kerap menjadi perhatian utama.

Rincian Harga Pangan Nasional per 26 September 2026 menunjukkan beras kualitas bawah I stabil di Rp14.900/kg, sementara beras kualitas medium I dan II masing-masing Rp16.600/kg dan Rp16.400/kg. Beras kualitas super I tercatat Rp17.950/kg.

Di kategori bawang, bawang merah ukuran sedang berada di Rp37.450/kg dan bawang putih ukuran sedang di Rp39.000/kg. Fluktuasi harga pangan nasional untuk komoditas ini sering dipengaruhi oleh pasokan dari petani.

Sektor cabai mengalami pergerakan yang cukup drastis. Cabai merah besar turun Rp600 menjadi Rp57.400/kg, dan cabai rawit hijau naik Rp550 menjadi Rp67.950/kg. Puncak kenaikan terjadi pada cabai rawit merah yang naik Rp600, mencapai harga fantastis Rp96.450/kg.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar mengalami penurunan tipis Rp250 menjadi Rp42.050/kg. Daging sapi kualitas 1 terpantau Rp152.550/kg dan kualitas 2 di Rp143.250/kg. Telur ayam ras segar berada di Rp29.950/kg.

Harga gula pasir premium tercatat Rp20.350/kg dan gula pasir lokal Rp19.150/kg. Sementara itu, minyak goreng curah di Rp20.400/liter, dan kemasan bermerk 1 serta 2 masing-masing Rp24.350/liter dan Rp23.500/liter. Pergerakan Harga Pangan Nasional ini sangat penting untuk dipantau secara berkala.