JAKARTA, NARASITA – Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memberikan pandangannya terkait insiden kartu merah yang diterima gelandang Thom Haye. Herdman menyebut insiden tersebut sebagai ‘anugerah’ di balik nasib sial, menekankan pentingnya perjuangan dan persaudaraan tim.
Herdman, yang telah berkecimpung di dunia sepak bola selama seperempat abad, mengakui bahwa keputusan wasit kerap kali tidak menguntungkan. Namun, ia percaya bahwa pada akhirnya, segala sesuatunya akan seimbang.
“Begini, saya sudah berkecimpung di dunia sepak bola selama 25 tahun sebagai pelatih dan telah menjalani begitu banyak pertandingan. Saya sudah sering berurusan dengan keputusan wasit, dan saya juga pernah mengalami nasib sial,” kata John Herdman, menanggapi kartu merah Thom Haye.
“Namun, pelajaran yang saya petik adalah bahwa pada akhirnya, segala sesuatunya akan seimbang dengan sendirinya dalam jangka panjang,” tambah pelatih yang memimpin Timnas Indonesia ini.
Bagi Herdman, kartu merah Thom Haye justru menjadi momen penting bagi tim. Ia melihat insiden tersebut sebagai kesempatan bagi para pemain untuk mempererat ikatan persaudaraan dan belajar berjuang bersama demi negara, terutama di saat-saat krusial.
“Malam ini, kami mendapat kartu merah. Kartu merah itu, menurut saya justru memberi kesempatan bagi para pemain untuk mempererat rasa persaudaraan, belajar berjuang bersama demi negara di saat-saat krusial, serta terus melangkah dan pantang menyerah,” jelas Herdman.
Pandangan John Herdman mengenai kartu merah Thom Haye ini menunjukkan optimisme dan keyakinannya pada karakter para pemain. Ia melihat kesulitan sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk tim menjadi lebih kuat dan solider.
“Jadi, meski kita melihatnya sebagai kartu merah, dalam artian tertentu itu adalah sebuah anugerah karena merupakan bagian dari perjalanan kami. Kami membutuhkan momen-momen seperti itu. Kita perlu melihat bukti bahwa para pemain mampu datang ke sini dan berjuang demi negara ini sesuatu yang terkadang sempat diragukan,” ungkap John Herdman.
Herdman menambahkan bahwa para pemain menunjukkan komitmen yang tinggi dan semangat juang untuk meraih kemenangan. Ini adalah kualitas yang ia kenal baik dari tim asuhannya. Thom Haye sendiri diharapkan bisa belajar dari pengalaman ini.
“Mereka datang dan berjuang karena mereka sungguh peduli. Mereka ingin menang dan mengangkat trofi dengan cara yang belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Saya mengenal tim ini dan mereka benar-benar bersedia berjuang satu sama lain,” pungkas John Herdman.





