PALU, NARASITA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Unit Siaga SAR (USS) Ampana bersama unsur SAR gabungan telah melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Operasi pencarian nelayan hilang ini memasuki hari kedua namun korban belum ditemukan.

Nelayan yang menjadi korban tersebut bernama Mpalang Lalahaling (65 tahun). Ia dilaporkan hilang setelah berangkat dari Bunta menuju Pulau Kabalutan menggunakan perahu pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 09.00 WITA.

Sekitar pukul 20.00 WITA, Mpalang Lalahaling terbawa arus hingga tiba di Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka. Masyarakat setempat sempat memberikan bantuan bahan bakar minyak (BBM) kepada korban untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Pulau Kabalutan.

Namun, hingga Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 21.00 WITA, Mpalang Lalahaling belum tiba di lokasi tujuan. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Ampana untuk mendapatkan bantuan dalam pencarian nelayan hilang tersebut.

Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian nelayan hilang ini. Kegiatan diawali dengan briefing pada pukul 06.45 WITA untuk persiapan operasi, pembagian tugas, serta penyampaian petunjuk keselamatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian nelayan hilang menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) di sepanjang perairan Kulingkinari hingga menuju Pulau Kabalutan. Luas area pencarian diperkirakan mencapai 50 Nautical Mile (NM) dengan menggunakan metode parallel search sesuai rencana operasi (Renops).

Pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing. Hingga akhir pelaksanaan pencarian pada hari kedua, Mpalang Lalahaling belum juga ditemukan. Mengingat kondisi dan waktu, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Tim SAR yang terlibat dalam pencarian nelayan hilang ini meliputi Tim Rescue USS Ampana, Pos Polairud, BPBD Ampana, Damkar Ampana, RAPI Ampana, aparat desa, dan masyarakat setempat. Berbagai alat dan peralatan juga digunakan seperti RIB, Rescue Car, peralatan water rescue, navigasi, komunikasi, medis, dan SAR evakuasi.

“Perkembangan Operasi SAR akan dilaporkan lebih lanjut,” kata Muh. Rizal,  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.