PALU, NARASITA – Kualitas udara di Kota Palu, Sulawesi Tengah, memburuk pada Minggu (4/10/2026). Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 mencapai 132 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.
Angka tersebut menjadi nilai tertinggi dalam pemantauan selama tujuh hari terakhir yang dilakukan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri-Poso, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tengah.
Selain PM2.5, konsentrasi PM1 tercatat 125 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, konsentrasi PM10 mencapai 130 mikrogram per meter kubik dan berada dalam kategori sedang.
Kepala SPAG Lore Lindu Bariri-Poso, Asep Firman Ilahi, mengatakan peningkatan partikulat di udara Palu dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Climate Data Store (CDS) yang dikelola Copernicus dan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), partikulat tersebut berasal dari sumber regional hingga polutan yang terbawa dari jarak jauh atau long-range transport.
“Sumber regional berasal dari titik api di Morowali, Tojo Una-Una dan Sulawesi Barat. Sementara long-range transport berasal dari karhutla di Ambon dan Papua Selatan,” kata Asep Senin (5/10/2026).
Menurut Asep, asap karhutla dari Ambon dan Papua Selatan telah terpantau memasuki wilayah Palu dalam tiga hari terakhir.
Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh asap dari karhutla di wilayah regional Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
“Kalau dari data CDS, asap karhutla dari Ambon dan Papua Selatan terpantau dalam tiga hari terakhir. Hari ini diperparah oleh karhut regional dari Sulteng dan Sulbar,” ujar Asep.
Asep mengatakan konsentrasi partikulat di Kota Palu diperkirakan masih tinggi dalam tiga hari ke depan.
“Ya, dalam tiga hari ke depan diprediksi masih tinggi,” katanya.
Hasil pemantauan SPAG Lore Lindu Bariri menunjukkan konsentrasi PM1, PM2.5, dan PM10 pada 4 Oktober 2026 menjadi yang tertinggi dalam tujuh hari terakhir.
Pengukuran dilakukan pada siang hingga sore hari. Konsentrasi PM1 diukur pada pukul 14.40-14.50 WITA.
Selanjutnya, pengukuran PM2.5 dilakukan pada pukul 14.51-15.01 WITA. Sementara pengukuran PM10 berlangsung pada pukul 15.03-15.13 WITA.
Saat pengukuran dilakukan, kondisi cuaca dilaporkan cerah.
SPAG Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara.
Warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan partikulat saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah di halaman rumah. Aktivitas tersebut dapat menambah partikulat di udara dan memperburuk kondisi lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 100.
Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
Kondisi kualitas udara Palu ini perlu terus dipantau dalam beberapa hari ke depan. Terlebih, konsentrasi partikulat diperkirakan masih tinggi hingga tiga hari mendatang.




