PALU, NARASITA – Kodam XXIII/Palaka Wira menggelar Latihan Karhutla Sulteng 2026 di Lapangan Mayonif 711/Raksatama, Kota Palu, pada tanggal 21/10/2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan personel serta kemampuan operasional dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan melalui koordinasi lintas instansi.
Upacara pembukaan Latihan Karhutla Sulteng 2026 dipimpin Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta, selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat dari Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Latihan Karhutla Sulteng 2026 ini. Panglima menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk menguji kesiapan satuan serta memastikan setiap unsur mampu melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat.
Pangdam menjelaskan bahwa bencana kebakaran dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan masyarakat dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, Latihan Karhutla Sulteng 2026 menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan kesiapsiagaan peralatan.
Pelaksanaan latihan ini sejalan dengan tema mengenai tugas penanggulangan bencana alam dalam rangka Operasi Militer Selain Perang. Tema tersebut menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penanganan darurat di daerah.
Pangdam juga memberikan lima penekanan kepada seluruh peserta latihan untuk meningkatkan profesionalisme dan memperkuat koordinasi. Penanganan bencana ini membutuhkan keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.
“Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin atau formalitas, melainkan sarana untuk menguji kesiapan personel, materiil, peralatan, sistem komando dan pengendalian, serta mekanisme koordinasi antarsatuan dan antarinstansi,” tegas Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, Pangdam XXIII/Palaka Wira.
Melalui Latihan Karhutla Sulteng 2026 ini, seluruh peserta diharapkan semakin memahami tanggung jawab masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen nyata dalam memperkuat efektivitas penanggulangan bencana di wilayah Sulawesi Tengah.








