Narasita – PALU – Dalam upaya memperkuat pengawasan dan menjamin kelancaran pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Banggai, dua pemimpin penting Sulawesi Tengah, Kapolda Irjen Agus Nugroho dan Gubernur Anwar Hafid, melakukan kunjungan langsung ke lokasi PSU pada Sabtu pagi (5/4/2025). Kunjungan ini dimulai dari Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu menuju Banggai menggunakan helikopter milik Kepolisian Republik Indonesia.
Kehadiran Kapolda dan Gubernur ke lapangan bukan hanya simbolik, tetapi merupakan bentuk keseriusan pemerintah dan aparat keamanan dalam memastikan proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya. PSU sendiri dilaksanakan di dua kecamatan strategis, yakni Kecamatan Toili dan Kecamatan Simpang Raya. Keduanya menjadi pusat perhatian publik menyusul keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memerintahkan pemungutan suara ulang akibat adanya pelanggaran prosedural dalam Pilkada sebelumnya.
Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, dijelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pemantauan langsung oleh pimpinan daerah terhadap jalannya PSU.
“Kapolda bersama Gubernur Sulteng pagi ini bertolak ke Kabupaten Banggai menggunakan helikopter Polri. Mereka akan melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan PSU di dua kecamatan yang menjadi lokasi pemungutan suara ulang,” kata Djoko.
Menurutnya, helikopter yang membawa Kapolda dan Gubernur mendarat langsung di wilayah Kecamatan Toili. Dari sana, pemantauan akan dilanjutkan ke lokasi-lokasi lain di sekitarnya, termasuk ke Kecamatan Simpang Raya. Dalam kunjungan ini, keduanya dijadwalkan untuk bertemu langsung dengan petugas lapangan, aparat keamanan, dan masyarakat setempat.
“Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh proses berlangsung sesuai aturan dan situasi di lapangan tetap aman dan terkendali,” lanjut Djoko.
Untuk mendukung keamanan selama pelaksanaan PSU, Polda Sulteng juga telah mengerahkan kekuatan personel secara besar-besaran. Setidaknya 521 personel gabungan dari Polres Banggai dan Satbrimob Polda Sulteng telah disiapkan di lapangan.
Djoko menjelaskan bahwa para personel ini telah disebar ke berbagai titik rawan dan lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) guna memastikan tidak ada gangguan selama proses berlangsung. “Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjamin hak-hak demokrasi masyarakat dapat dilaksanakan secara damai dan bebas dari intimidasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Banggai untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama PSU berlangsung. Menurutnya, keberhasilan PSU tidak hanya terletak pada penyelenggara dan aparat keamanan, tetapi juga pada partisipasi aktif warga.
“Diharapkan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Banggai untuk turut mengawal dan mengamankan PSU di dua wilayah kecamatan ini, sehingga PSU dapat berlangsung dengan tertib, aman dan kondusif,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam pernyataannya sebelum berangkat menyampaikan bahwa keterlibatan langsung pemerintah provinsi dalam pemantauan PSU ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi, khususnya di tingkat lokal.
“Pemilu yang jujur dan adil adalah fondasi dari pemerintahan yang baik. Kita ingin memastikan masyarakat merasa aman, suara mereka dihargai, dan proses ini berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Anwar.
Pelaksanaan PSU kali ini dinilai sebagai momen penting bagi masyarakat Banggai untuk memperbaiki proses demokrasi lokal. KPU dan Bawaslu telah menetapkan aturan ketat guna memastikan tidak ada pelanggaran serupa terulang kembali.
Sejumlah pemantau pemilu dari berbagai elemen masyarakat sipil juga telah hadir di lokasi untuk mengawasi jalannya proses. Mereka memberikan apresiasi terhadap kehadiran langsung Kapolda dan Gubernur yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan PSU.
Dengan pemantauan langsung dari pejabat tertinggi di wilayah Sulteng dan dukungan penuh dari aparat keamanan serta antusiasme masyarakat, diharapkan pelaksanaan PSU Pilkada di Kabupaten Banggai dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Proses demokrasi yang sehat, transparan, dan damai adalah harapan bersama yang kini tengah diperjuangkan di tanah Banggai.





