Narasita com- Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, merespons cepat permintaan bantuan darurat dari Pemerintah Kabupaten Donggala menyusul banjir yang melanda wilayah tersebut pada 1 April 2025.
Banjir terjadi akibat hujan deras berintensitas menengah yang mengguyur beberapa kecamatan, yaitu Banawa, Labuan, dan Sindue Tombusabora, dari pukul 13.30 hingga 15.30 WITA.
Sebanyak 10 desa dan kelurahan terdampak, dengan ratusan rumah serta fasilitas umum mengalami kerusakan. Di Kecamatan Banawa, banjir merendam ratusan unit rumah di Kelurahan Kabonga Besar, Kabonga Kecil, Maleni, Tanjung Batu, Labuan Bajo, Boya, dan Ganti. Rumah Sakit Kabelota juga terdampak.
Di Kecamatan Labuan, satu unit jembatan di Desa Labuan dan satu rumah di Labuan Kungguma mengalami kerusakan. Sementara di Kecamatan Sindue Tombusabora, dua rumah, satu pasar, dan akses jalan di Desa Batusuya terancam putus.
Menanggapi bencana ini, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari sejak 2 April 2025, dan diperpanjang selama 21 hari hingga 28 April 2025.
Pemerintah Kabupaten Donggala telah melakukan evakuasi warga, pembersihan area terdampak, serta normalisasi sungai menggunakan alat berat. Namun, keterbatasan anggaran membuat Bupati Donggala mengirim surat permohonan bantuan darurat kepada Gubernur Sulteng pada 8 April 2025.
Gubernur Anwar Hafid segera merespons dengan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng untuk melakukan kajian dan menyiapkan bantuan darurat. Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menyarankan pembangunan tanggul darurat menggunakan bronjong sebagai solusi jangka pendek untuk mencegah banjir susulan.
Atas dasar tersebut, Pemerintah Provinsi Sulteng memberikan bantuan berupa 610 keranjang kawat bronjong senilai Rp405 juta kepada Pemerintah Kabupaten Donggala.
Gubernur Anwar Hafid berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin dan mampu meringankan beban Pemerintah Kabupaten Donggala dalam masa tanggap darurat yang masih berlangsung(: BPBD Sulteng)





