Narasita com- MOROWALI – Gubernur Sulawesi Tengah,Anwar Hafid , meminta PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) guna membiayai beasiswa kuliah luar negeri bagi pemuda-pemudi asal Morowali.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri acara silaturahmi akbar dan peresmian Wisata Air Terjun Pofua’a Bente, di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, akhir pekan lalu.

“Morowali adalah daerah strategis yang menyumbang besar terhadap ekonomi nasional. Tapi kekayaan alam saja tidak cukup, kita juga harus mempersiapkan sumber daya manusianya. Karena itu saya minta PT IMIP menyalurkan CSR untuk membiayai anak-anak Morowali kuliah ke luar negeri,” kata Gubernur di hadapan ribuan warga dan tokoh masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah, termasuk Ketua II DPRD Sulteng Syarifuddin Hafid dan Wakil Ketua III DPRD Sulteng Ambo Dalle.

Gubernur menyebut negara-negara seperti Tiongkok (China) bisa menjadi tujuan studi bagi anak-anak Morowali. Ia juga meminta Bupati Morowali agar menyampaikan permintaan ini secara resmi kepada manajemen PT IMIP.

“Saya harap Pak Bupati bisa menyampaikan ini langsung ke pihak perusahaan. Ini penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Tak hanya satu kali, Gubernur menegaskan program beasiswa luar negeri ini harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Ia mengusulkan agar setiap tahun, 100 hingga 200 mahasiswa dari Morowali diberangkatkan dengan pembiayaan penuh, mencakup pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan hidup.

“Bayangkan jika kita punya seribu sarjana teknologi dari luar negeri, daerah ini tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya kualitas manusianya,” ujarnya optimis.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa minat masyarakat Sulawesi Tengah terhadap pendidikan tinggi terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar bantuan pendidikan provinsi yang telah menembus angka 25.000.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peresmian objek wisata Air Terjun Pofua’a Bente yang masuk dalam program unggulan “Seribu Dewi” (Seribu Desa Wisata) yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.