Narasita.com- Palu, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

Kepala OJK Sulawesi Tengah, Boni Hardi Putra, menyampaikan bahwa sejak Januari hingga April 2025, OJK telah melaksanakan 1.913 kegiatan edukasi keuangan yang berhasil menjangkau lebih dari 5,5 juta peserta di berbagai daerah.

“Platform digital Sikapi Uangmu telah menerbitkan 106 konten edukasi yang dilihat oleh lebih dari 514 ribu pengguna,” ujar Boni.

Selain itu, Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) juga mencatatkan 5.858 pengguna aktif dengan 3.004 akses modul dan 1.178 sertifikat kelulusan yang diterbitkan.

Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 11.503 program GENCARKAN berhasil menjangkau 53,6 juta peserta dalam kurun waktu empat bulan.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, OJK bersama Bank Indonesia dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar edukasi keuangan bertema Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial bagi 1.607 peserta yang terdiri dari calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), instruktur, dan pengajar.

Komitmen inklusi keuangan juga ditunjukkan melalui pelatihan content creator bagi perempuan penyandang disabilitas bekerja sama dengan HWDI, KONEKIN, dan Yayasan Rumah Mans. Kegiatan bertajuk Selalu Berkarya, Berdaya Tak Mengenal Batas ini diikuti lebih dari 100 peserta pada 22 April 2025.

Selain itu, OJK melakukan sosialisasi Pedoman SETARA untuk inklusi keuangan disabilitas yang diikuti 2.305 entitas Penyedia Jasa Keuangan (PUSK). Langkah ini diiringi penilaian mandiri oleh para PUSK yang bertujuan untuk evaluasi layanan kepada penyandang disabilitas.

OJK juga bekerja sama dengan Kemenko Perekonomian dan Bappenas dalam penyusunan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD). Pertemuan penyelarasan IKAD berlangsung pada 17 April 2025 dan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada TPAKD Yogyakarta serta riset pasar di Kabupaten Bantul.

Rangkaian kegiatan literasi dan inklusi ini ditutup dengan perhelatan SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) pada 28 April 2025. Sebanyak 100 perencana keuangan perempuan dari FPSB dan IARFC Indonesia dilibatkan untuk memperkuat edukasi keuangan syariah.

Di sisi lain, layanan perlindungan konsumen juga menjadi fokus OJK. Hingga 17 April 2025, OJK menerima 144.559 permintaan layanan melalui APPK, termasuk 12.759 pengaduan yang mayoritas berasal dari sektor fintech, perbankan, dan pembiayaan.

Dalam upaya pemberantasan keuangan ilegal, OJK mencatat 2.323 pengaduan sejak awal tahun, terdiri dari 1.899 laporan pinjaman online ilegal dan 424 laporan investasi ilegal.