Narasita.com- JAKARTA, – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi meluncurkan model Large Language Model (LLM) terbaru bernama Sahabat-AI, yang memiliki kapasitas 70 miliar parameter dan dilengkapi layanan chat multibahasa. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Sahabat-AI pertama kali diperkenalkan pada forum Indonesia AI Day pada November 2024. Kini, model tersebut telah diperbarui dengan kemampuan penalaran yang lebih canggih dan akurasi lebih tinggi, serta dapat diakses melalui situs sahabat-ai.com maupun aplikasi GoPay di menu “Layanan Favorit Warga”.
“Dengan model 70 miliar parameter dan layanan chat baru, Sahabat-AI semakin memperkuat ekosistem AI yang sesuai dengan karakteristik Indonesia,” kata Patrick Walujo, Direktur Utama GoTo Group, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6/2025).
Menurut Patrick, peningkatan kemampuan Sahabat-AI tidak hanya membantu pengguna mendapatkan jawaban secara alami dalam berbagai bahasa, tapi juga mendukung visi Presiden Prabowo dalam pengembangan teknologi lokal yang berdaulat.
Akses Terbuka dan Multibahasa
Sahabat-AI kini mendukung Bahasa Indonesia serta empat bahasa daerah: Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Model ini juga kompatibel dengan berbagai bahasa internasional dan dapat dijalankan pada infrastruktur lokal yang dapat diakses oleh berbagai pihak, mulai dari startup, perguruan tinggi, hingga lembaga publik.
Layanan chat Sahabat-AI turut diintegrasikan ke dalam aplikasi GoPay, yang sudah digunakan jutaan orang di seluruh Indonesia.
“Sahabat-AI telah memberikan dampak signifikan bagi pelanggan ekosistem GoTo dengan menurunkan biaya, meningkatkan kualitas layanan, dan memperdalam interaksi,” ujar Patrick.
Infrastruktur Lokal dan Kedaulatan Data
Presiden Direktur dan CEO IOH, Vikram Sinha, mengatakan bahwa Sahabat-AI dibangun di atas infrastruktur GPU Merdeka, yang dikelola oleh Lintasarta – anak usaha Indosat. Infrastruktur tersebut sepenuhnya dioperasikan di dalam negeri untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi data nasional.
“Sahabat-AI bukan sekadar model, ini adalah aset nasional yang dibangun dengan kolaborasi dan didedikasikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Vikram.
Indosat juga memastikan bahwa semua data diproses dan disimpan secara lokal, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital di Tanah Air.
Kolaborasi Nasional
Pengembangan Sahabat-AI melibatkan kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, ITB, UGM, IPB, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Udayana. Di sektor media, kolaborasi dilakukan bersama Kompas Group, Republika, Tempo, dan Hukumonline untuk memastikan konteks lokal dan akurasi budaya dalam pengembangan model.
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, mengapresiasi inisiatif ini.
“Kedaulatan data bukan hanya soal teknis, tapi juga bagian dari kemerdekaan nasional di era digital,” ujarnya. “Sahabat-AI menjadi langkah signifikan untuk memastikan transformasi digital memberi manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Kembangkan Talenta AI Lokal
Selain pengembangan teknologi, Sahabat-AI juga membuka peluang bagi talenta muda. Program magang terstruktur telah diluncurkan untuk melibatkan mahasiswa dalam pelatihan dan pengembangan model AI secara langsung.
Salah satu peserta, Komang Ayu dari Universitas Udayana, mengaku mendapat pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut.
“Saya belajar mengumpulkan dan memproses dataset, mengeksplorasi arsitektur model, hingga memahami cara melatih AI secara praktis,” ujar Komang.
Sejak pertama kali diperkenalkan dengan kapasitas 8 dan 9 miliar parameter, Sahabat-AI telah diunduh lebih dari 35.000 kali di platform Hugging Face. Model ini juga tersedia secara gratis bagi pengembang dan institusi yang ingin membangun solusi AI berbasis lokal.





