Narasita com- Palu, – Wacana reshuffle kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Banggai Laut menuai respons kritis dari salah satu kader, Abdurahim Nasar Al-Amri. Ia menilai wacana tersebut terburu-buru dan tidak mencerminkan semangat kolegialitas yang menjadi dasar organisasi.

Abdurahim yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, menyayangkan adanya opini yang mendorong reshuffle hanya karena ketidakhadiran kader dalam satu atau dua agenda kegiatan.

“Kontribusi seorang kader tidak bisa diukur dari kehadiran di satu dua acara saja. Apalagi yang bersangkutan selama ini aktif dan hadir dalam hampir semua agenda penting HIPMI,” kata Abdurahim kepada wartawan di Palu, Minggu (16/6/2025).

Ia menyebut nama Fathur, Bendahara Umum HIPMI Sulteng, sebagai sosok yang selama ini aktif dan berperan penting dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk pengembangan sektor kepemudaan.

“Fathur selalu hadir, baik secara langsung maupun peran strategis dalam setiap kegiatan HIPMI. Jangan karena satu dua agenda lalu langsung goreng isu reshuffle,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdurahim mengingatkan bahwa reshuffle dalam organisasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, ada mekanisme yang harus dihormati dan dijalankan melalui forum resmi.

“HIPMI bukan organisasi jalanan. Setiap keputusan strategis harus melalui evaluasi formal. Tidak bisa hanya berdasar opini sepihak lalu diumbar ke media,” ujar pria yang akrab disapa Wim ini.

Ia juga menyoroti adanya kader yang minim kontribusi namun tetap berada dalam struktur karena pertimbangan organisasi. Karena itu, ia menilai reshuffle seharusnya tidak dijadikan alat politik atau kepentingan pribadi.

“Kalau soal keaktifan, masih banyak kader yang kurang aktif. Tapi kita tidak serta-merta mengganti. Ada proses, ada evaluasi. Jangan dijadikan reshuffle sebagai instrumen untuk saling menjatuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi HIPMI saat ini jauh lebih besar daripada sekadar dinamika internal. Ia mengajak seluruh kader untuk lebih fokus pada penguatan organisasi dan kolaborasi.

“Kita harus menjaga marwah HIPMI sebagai rumah besar pengusaha muda. Jangan saling melemahkan hanya karena perbedaan pandangan,” kata Wim.