Narasita. Com- PALU – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Sulawesi Tengah, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program inovatif “Ra Banua Pompie”.
Dengan melaksanakan kegiatan jemput bola yang melibatkan kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan Kota Palu dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pada Selasa (12/11/2024),
Program ini secara khusus menyasar pelaku usaha pangan olahan dari kelompok disabilitas, memberikan mereka pendampingan intensif untuk meningkatkan daya saing produk.
Kegiatan ini berfokus pada asistensi kepada pelaku usaha disabilitas yang belum memiliki izin edar produk, sebagai bagian dari upaya mewujudkan inklusivitas dalam pelayanan publik.
Irmansyah, salah satu pelaku usaha disabilitas yang mendapatkan pendampingan, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada BPOM Palu dan dinas terkait atas pendampingan ini. Dengan adanya bantuan ini, saya semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha saya,” ungkap Irmansyah.
Dalam pernyataannya, Kepala BPOM Palu, Mardianto, menjelaskan bahwa program Ra Banua Pompie bertujuan mempercepat proses pendaftaran izin edar, khususnya bagi kelompok yang memerlukan perhatian lebih seperti pelaku usaha disabilitas.
“Kami ingin memastikan bahwa semua pelaku usaha, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan usahanya. Melalui program ini, kami berharap dapat meningkatkan daya saing produk-produk UMKM lokal,” ujar Mardianto.
Langkah jemput bola yang dilakukan BPOM Palu dinilai inovatif karena mempermudah pelaku usaha dalam mengurus izin edar. Dengan mendatangi langsung para pelaku usaha, BPOM memberikan solusi yang lebih efisien dan tepat sasaran.
“Kami menyadari bahwa tidak semua pelaku usaha memiliki pengetahuan yang cukup mengenai persyaratan izin edar. Oleh karena itu, kami hadir untuk memberikan pendampingan dan informasi yang dibutuhkan,” tambah Mardianto.
Kolaborasi antara BPOM Palu, Dinas Kesehatan, dan DPMPTSP ini menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mendukung pengembangan UMKM. Melalui kerja sama ini, berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dapat diselesaikan dengan lebih efektif.





