JAKARTA, NARASITA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat transformasi manajemen sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Langkah ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) SDM BPOM bertema “Transformasi Manajemen SDM Berbasis AI: Membangun SDM Berkelas Menuju Indonesia Emas 2045”, menegaskan komitmen BPOM Perkuat SDM dengan AI.
Rakornas yang berlangsung selama dua hari mulai Selasa, 18/08, menghadirkan sejumlah pejabat penting seperti Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh. Fokus utama adalah bagaimana BPOM Perkuat SDM dengan AI untuk menjawab tantangan masa depan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi, terutama di tengah tantangan global yang kompleks. Kemampuan teknologi, siber, analisis data, dan AI menjadi krusial bagi BPOM untuk menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan. Inilah mengapa BPOM Perkuat SDM dengan AI.
“Tantangan itu seperti pada tahun lalu, BPOM mengidentifikasi sekitar 1,3 juta tautan daring yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kalau kami tidak punya kemampuan daya tangkal, kemampuan siber, tidak punya kemampuan artificial intelligence dan sebagainya, kita tentu akan kalang kabut,” kata Taruna.dikutip dari akun resmi BPOM.
Taruna menambahkan, saat ini BPOM memiliki sekitar 6.431 pegawai, sementara kebutuhan organisasi mencapai sekitar 10.710 pegawai. Ketercukupan SDM ini baru sekitar 60 persen. Kebutuhan SDM semakin meningkat seiring penugasan BPOM dalam program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengawasan UMKM. Pemanfaatan AI menjadi solusi strategis untuk membantu BPOM Perkuat SDM dengan AI dalam mendeteksi, menganalisis, dan merespons pelanggaran lebih cepat.
Selain untuk pengawasan, pemanfaatan AI di BPOM juga diarahkan untuk memperkuat penerapan sistem merit dan manajemen talenta. Ini merupakan bagian integral dari upaya BPOM Perkuat SDM dengan AI.
“Dengan pemanfaatan sistem meritokrasi BPOM yang berbasis sumber daya manusia dengan menggunakan artificial intelligence, artinya objektivitas semakin ditingkatkan,” ujar Taruna.
Meskipun demikian, Taruna menegaskan bahwa AI tetap menjadi alat bantu, bukan pengganti peran manusia. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi manajemen talenta BPOM yang telah berjalan sejak 2021, sejalan dengan prinsip meritokrasi negara maju. Ini menunjukkan bahwa BPOM Perkuat SDM dengan AI juga berlandaskan pada praktik terbaik.
“Semangatnya adalah orang yang tepat menduduki jabatan yang tepat untuk bisa mencapai target yang sudah ditetapkan. Jadi orientasinya target, orientasinya hasil,” kata Zudan. Ia mengungkapkan, BPOM menjadi salah satu instansi yang 100 persen talenta yang diajukan telah disetujui, menunjukkan sistem yang memenuhi syarat.
Menteri PANRB Rini Widyantini juga mengapresiasi capaian BPOM dalam tata kelola dan pelayanan publik, dengan indeks pelayanan publik mencapai 4,8 dari skala 5. “BPOM ini punya modal yang sangat kuat untuk bersama-sama kita menuju Indonesia Emas 2045,” kata Rini. Transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang mudah, cepat, dan pasti. Kehadiran BPOM di 154 Mal Pelayanan Publik (MPP) juga diapresiasi, dan didorong untuk diperluas.
Dalam Rakornas ini, BPOM meluncurkan empat aplikasi inovasi digital berbasis AI: Mentari AI, KIRA AI, SIMAKIN AI, dan KARFIS. Mentari AI dirancang untuk mengolah data talenta, KIRA AI untuk menelusuri regulasi, SIMAKIN AI untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kinerja ASN, dan KARFIS untuk transparansi layanan karir jabatan fungsional. Peluncuran ini menjadi bukti nyata bagaimana BPOM Perkuat SDM dengan AI.
Transformasi SDM BPOM juga membahas aspek kepemimpinan transformatif, penerapan sistem merit, manajemen talenta, kesehatan mental, produktivitas, serta peningkatan kompetensi ASN. BPOM menegaskan, transformasi ini bertujuan membangun pengelolaan SDM yang adaptif, berbasis data dan AI, dengan manusia sebagai pusat transformasi.rls






