Narasita.com- Palu, — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan pendampingan penginputan inovasi pendidikan bagi para inovator dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (19/11/2025) itu berjalan dalam suasana kolaboratif, dengan pendamping memberikan arahan teknis terkait alur dan proses pengisian data inovasi pada sistem resmi yang digunakan.

Dikutip dari Akun Resmi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi tengah,Dalam pendampingan tersebut, setiap peserta dibimbing secara langsung untuk memastikan inovasi yang mereka input memenuhi kriteria, tersusun rapi, serta terdokumentasi dengan baik. Para inovator juga aktif berdiskusi guna memperjelas tahapan yang harus ditempuh, mulai dari pengumpulan informasi, verifikasi data, hingga pengunggahan dokumen pendukung.

Pendamping turut memberikan contoh, melakukan pengecekan, serta membantu menyelesaikan kendala teknis selama proses berlangsung. Dengan pendekatan komunikatif, peserta didorong lebih percaya diri sehingga mampu melakukan input data secara mandiri di kemudian hari.

Melalui Bidang PKPLK dan IP, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan lima inovasi pendidikan yang diinput dalam kegiatan tersebut, yaitu:

1.Program Climb-Up di Satuan Pendidikan Khusus

2.Gerakan Pelibatan Orang Tua Murid (Gatra) pada Penyelenggara Pendidikan

3.LMS – Sulteng Belajar

4.SIASI – Sistem Informasi Asesmen Sekolah Inklusi

5.Beasiswa Berani Cerdas

BRIDA Sulteng menegaskan bahwa pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pemahaman substansi inovasi agar setiap usulan benar-benar mencerminkan upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah. Melalui proses ini, diharapkan lahir dokumentasi inovasi yang lebih akurat, rapi, dan mampu mendukung pengembangan kebijakan pendidikan berbasis data di Sulawesi Tengah.