Narasita.com-Luwuk, – Guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banggai menggelar pelatihan Medical First Responder (MFR) dan Water Rescue, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Luwuk serta KN SAR Bhisma.

Pelatihan berlangsung di dua lokasi, yakni Pos SAR Luwuk untuk sesi materi dan Pelabuhan Tilong Luwuk untuk sesi praktik lapangan. Sebanyak 21 orang terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 15 peserta Damkar, tiga instruktur dari Basarnas, serta tiga pejabat Damkar Banggai.

Materi yang diberikan meliputi penanganan medis dasar (MFR), teknik pemindahan korban, dan simulasi penyelamatan di air atau Water Rescue, termasuk praktik metode RTRGT (Reach, Throw, Row, Go/Tow–Carry). Sesi teori berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, dilanjutkan praktik lapangan mulai pukul 13.30 hingga 16.30 Wita.

Pelatihan turut didukung oleh sejumlah peralatan utama, antara lain satu unit D-Max Double Cabin, Rigid Inflatable Boat (RIB) milik KN SAR Bhisma, jaket pelampung, serta ring buoy (pelampung cincin).

Koordinator Pos SAR Luwuk, Liberatus Fahonhoi, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya penanggulangan bencana dan kondisi darurat, terutama di wilayah Banggai dan sekitarnya.

“Kami berharap personel Damkar semakin siap menghadapi situasi darurat, baik di darat maupun perairan. Ini adalah bagian dari komitmen menghadirkan layanan pencarian dan pertolongan yang cepat, tepat, dan profesional. Semoga pelatihan ini berkelanjutan, dan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan benar,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Damkar Banggai dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempererat koordinasi dengan Basarnas sebagai mitra strategis dalam penanganan bencana dan kecelakaan.