Narasita.com- PALU, – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menggelar rapat koordinasi membahas sejumlah isu strategis daerah yang memerlukan penanganan cepat dan terpadu lintas sektor.

Rapat yang berlangsung di Markas Kodam XXIII/Palaka Wira, Kamis (29/1/2026), dihadiri Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi, serta seluruh unsur Forkopimda Sulawesi Tengah.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya soliditas dan kesamaan langkah Forkopimda dalam merespons dinamika dan tantangan daerah yang terus berkembang, mulai dari persoalan keamanan, sosial, ekonomi, hingga penegakan hukum.

“Forkopimda lengkap hadir tanpa diwakili. Ini rapat rutin bulanan yang menjadi forum penting untuk menyamakan langkah,” kata Anwar Hafid.

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda mendesak dibahas, antara lain pemetaan potensi bencana sebagai langkah antisipasi, penertiban pertambangan tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan, serta penguatan upaya pemberantasan peredaran narkoba di Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid menyatakan pemerintah provinsi bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pertambangan ilegal dan peredaran narkoba demi menjaga ketertiban serta melindungi masyarakat.

“Pemerintah daerah bersama Forkopimda berkomitmen menjaga Sulawesi Tengah tetap tertib, aman, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan satuan tugas (satgas) penertiban tambang ilegal, khususnya di wilayah-wilayah terpencil. Satgas tersebut akan fokus pada dua hal utama, yakni mengusulkan kepada pemerintah pusat agar lahan eks pertambangan dapat dihibahkan kepada masyarakat sekitar serta mendorong kemitraan antara perusahaan dan masyarakat.

Menurut Anwar Hafid, aparat keamanan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah, mencegah konflik horizontal, melindungi investasi, sekaligus memastikan masyarakat tidak dirugikan.

Selain tambang ilegal, pemberantasan narkoba juga menjadi perhatian serius dalam rapat Forkopimda tersebut. Anwar Hafid menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman yang harus diperangi secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

“Penanganan narkoba adalah perang bersama antara pemerintah dan rakyat,” tegasnya.

Menjelang bulan suci dan perayaan Lebaran, stabilitas ekonomi dan ketersediaan kebutuhan pokok turut dibahas. Forkopimda juga sepakat memperketat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan daerah.

“Ketiga, kita mengantisipasi Lebaran, termasuk harga bahan pokok, perubahan cuaca ekstrem, dan potensi bencana,” kata Anwar Hafid.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Gubernur Anwar Hafid berharap Forkopimda mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur guna menjaga stabilitas daerah, meningkatkan rasa aman, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.rlis