Narasita.com- SIGI — Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia di Kabupaten Sigi dimanfaatkan untuk menggaungkan peran perempuan sebagai penggerak perdamaian dan penguatan ketangguhan menghadapi bencana.

Kegiatan bertajuk Pertukaran Pengetahuan Humanitarian Development Peace Nexus ini diinisiasi UN Women dengan tema “Perempuan Berdaya untuk Perdamaian”.

Forum ini mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal untuk berbagi pengalaman, terutama praktik baik dalam penanganan krisis.

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga penggerak yang mampu mendorong perubahan di tengah masyarakat,” kata Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan SDM Kabupaten Sigi, Novi, Selasa (12/8/2025).

Berbagai pengalaman dibagikan, mulai dari inisiatif perdamaian, penguatan ekonomi perempuan, hingga keterlibatan aktif dalam pencegahan konflik. Program yang telah berjalan di sembilan desa di Sigi ini mendorong perempuan dan pemuda menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek bantuan.

Programme officer UN Women, Orissa Sofyan, menegaskan pihaknya memastikan inisiatif ini selaras dengan kebijakan desa agar praktik baik dapat dilembagakan dan dikembangkan hingga tingkat nasional.

Bencana alam dan konflik sosial yang kerap berdampak lebih berat pada perempuan menjadi alasan pentingnya program ini. Data mencatat, dari 53 ribu desa di Indonesia, sekitar 204 juta penduduk tinggal di wilayah rawan bencana.

“Keterlibatan semua pihak mutlak diperlukan untuk meminimalkan korban. Pengetahuan dan kesadaran bencana harus digencarkan, dan kolaborasi diperkuat agar masyarakat lebih siap dan tangguh,” ujar Orissa.

UN Women berharap kegiatan ini menjadi titik tolak penguatan ketangguhan bencana di Sigi dan daerah lain di Indonesia, dengan perempuan sebagai motor utama perdamaian dan kesiapsiagaan.(indr/dhyl).