Narasita.com- MOROWALI, – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan industri berkelanjutan melalui kerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Penandatanganan Joint Declaration ini berlangsung pada 24 November 2025, dalam rangkaian Sidang Umum ke-22 UNIDO dan Global Industrial Summit di Riyadh, Arab Saudi.

Delegasi IMIP yang hadir dipimpin CSR & Environmental Director, Dermawati S, bersama ESG General Manager Tsingshan Holding Group, Zhiguo Xu. Dokumen deklarasi tersebut menegaskan langkah IMIP dalam mengembangkan kawasan industri berkelanjutan sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju energi hijau.

“Kesepakatan ini menegaskan langkah IMIP mengembangkan kawasan industri berkelanjutan serta mendukung komitmen Indonesia dalam proses transisi menuju energi hijau,” kata Dermawati, Sabtu (29/11/2025).

Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun dan menjadi dasar kolaborasi strategis antara IMIP dan UNIDO. Fokus utamanya adalah integrasi konsep eco-industrial park, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor metalurgi dan rekayasa industri, penerapan teknologi hijau untuk masyarakat sekitar, serta peningkatan daya saing rantai pasok industri nikel Indonesia sesuai standar internasional.

UNIDO merupakan lembaga khusus PBB yang mendukung industrialisasi inklusif dan berkelanjutan, melindungi lingkungan, serta meningkatkan daya saing ekonomi global. Sidang umum ke-22 UNIDO di Riyadh dihadiri 173 negara dan lebih dari 5.000 pelaku industri, menjadi platform percepatan transformasi hijau dan kolaborasi lintas negara.

Sebagai tindak lanjut awal, UNIDO dijadwalkan melakukan scoping mission ke Morowali pada Januari 2026. Agenda ini meliputi pertukaran pengetahuan, pemetaan kebutuhan kawasan industri, serta eksplorasi peluang pilot project yang mendukung IMIP menjadi kawasan industri hijau berstandar global.

Dengan dukungan Tsingshan Group dan UNIDO, IMIP membuka akses terhadap jaringan teknologi, kebijakan, dan standar industri hijau internasional. Deklarasi bersama ini bersifat non-binding atau tidak mengikat, dan setiap program implementasi akan disusun melalui perjanjian terpisah dengan penyesuaian pada prioritas nasional. Evaluasi kolaborasi dijadwalkan setelah tiga tahun untuk menentukan langkah lanjutan.rlis