Narasita.com- Morowali, – Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyatakan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif dengan membuka peluang setara bagi tenaga kerja perempuan di berbagai bidang pekerjaan.

Berdasarkan data Departemen Human Resources per 7 Maret 2026, jumlah tenaga kerja Indonesia di kawasan IMIP mencapai 90.923 orang. Dari total tersebut, sebanyak 7.557 orang atau sekitar 8,31 persen merupakan perempuan, sedangkan 83.366 orang lainnya adalah laki-laki.

Partisipasi perempuan dinilai terus meningkat seiring kebutuhan tenaga profesional di sektor industri mineral terintegrasi berbasis nikel. Perempuan di kawasan ini tidak hanya bekerja di bidang administratif, tetapi juga menempati posisi teknis dan strategis.

Tercatat, sekitar 639 karyawan perempuan atau 8,25 persen dari total pekerja perempuan menduduki jabatan strategis, mulai dari wakil foreman, foreman, asisten supervisor, supervisor, hingga level manajerial.

HR Head PT IMIP, Achmanto Mendatu, mengatakan perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut memberikan kesempatan luas bagi perempuan untuk berkarier, termasuk di pekerjaan teknis yang selama ini identik dengan laki-laki.

Salah satu contohnya adalah operator hoist crane. Hingga Maret 2026, terdapat 280 perempuan yang bekerja sebagai operator hoist crane dari total 1.684 operator di kawasan IMIP.

“Banyak operator hoist crane perempuan berlatar belakang pendidikan non-teknis, seperti kebidanan. Namun setelah direkrut, mereka mendapatkan pelatihan untuk menjalankan pekerjaan teknis dengan baik,” ujar Mendatu, Rabu (8/4/2026).

Untuk mendukung kompetensi, IMIP menyediakan berbagai program pelatihan profesional bagi karyawan, seperti pelatihan pengoperasian hoist crane kelas dua, pengoperasian tanur (furnace), ahli K3 umum, teknisi deteksi gas, hingga pelatihan penyelamatan di ruang terbatas.

Menurut Mendatu, pelatihan tersebut bertujuan memastikan setiap pekerja memiliki standar keselamatan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Di sisi lain, IMIP juga menekankan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama pada pekerjaan berisiko tinggi. Untuk beberapa posisi, terdapat persyaratan khusus yang harus dipenuhi, seperti pengalaman kerja minimal dua tahun dan kepemilikan Surat Izin Operator (SIO) dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Meski demikian, peluang bagi perempuan tetap terbuka melalui jenjang karier bertahap, dimulai dari posisi kru hingga meningkat seiring pengalaman dan pelatihan.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung bagi karyawan perempuan, antara lain layanan kesehatan, ruang istirahat, serta transportasi di داخل kawasan industri. Fasilitas khusus seperti layanan penjemputan bagi karyawati hamil juga disediakan guna mendukung keselamatan dan kenyamanan kerja.

“IMIP berkomitmen terus menyediakan kesempatan yang sama bagi seluruh pekerja dalam lingkungan kerja yang inklusif, termasuk memperkuat peran perempuan dalam pertumbuhan industri,” kata Mendatu.rls