Narasita.com- MOROWALI, – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan melalui program penanaman dan restorasi mangrove di berbagai wilayah pesisir, baik di sekitar kawasan industri maupun di sejumlah daerah lain di Indonesia.
Program penanaman mangrove ini dilakukan secara terpadu, mencakup kawasan industri IMIP di Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga daerah pesisir di provinsi lain. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan pesisir merupakan salah satu penopang utama kelestarian ekosistem dan perlindungan terhadap dampak perubahan iklim.
Head of CSR Department PT IMIP, R. Tommy Adi Prayogo, mengatakan bahwa hingga kini penanaman mangrove di sekitar kawasan industri IMIP telah mencapai sekitar 10.000 bibit. Penanaman dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain 1.000 bibit di Sungai Kumpi, 2.000 bibit di Desa Padabaho, serta 4.000 bibit di Desa Bete-Bete.
“Penanaman ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari aparatur pemerintah, mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali, Kelompok Pecinta Mangrove, hingga organisasi Lingkar Inovasi Terpadu. Tenant-tenant di dalam kawasan IMIP juga turut berpartisipasi,” ujar Tommy, Kamis (8/1/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi serta dampak perubahan iklim. Selain di sekitar kawasan industri, IMIP juga aktif melakukan restorasi mangrove di lokasi yang jauh dari area operasional perusahaan.
Pada Juni 2025, IMIP telah melakukan pengembangan dan restorasi sebanyak 10.700 bibit mangrove di Pantai Dupa Layana, Teluk Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan serupa kembali dilakukan pada Desember 2025 di empat lokasi berbeda.
“Penanaman dilakukan masing-masing 10.000 bibit di Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, dan Desa Tosale, Kabupaten Donggala. Selain itu, 5.000 bibit ditanam di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, serta 10.000 bibit di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara,” jelas Tommy.
Jenis mangrove yang ditanam meliputi Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa, yang dikenal efektif dalam menahan gelombang, mencegah intrusi air laut, serta menjadi habitat berbagai biota perairan.
Dalam jangka panjang, IMIP menargetkan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan melalui program konservasi mangrove, terumbu karang, dan perlindungan keanekaragaman hayati. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah pesisir.rlis















