Narasita.com- PALU, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif industri jasa keuangan di Sulawesi Tengah pada Mei 2025. Pertumbuhan terlihat di sektor dana pensiun, fintech peer-to-peer (P2P) lending, hingga pasar modal.

Di sektor dana pensiun, total aset tercatat Rp105,25 miliar, tumbuh 5,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Total investasi juga meningkat 6,09 persen menjadi Rp103,15 miliar.

Pertumbuhan signifikan terjadi di industri P2P lending. Outstanding pinjaman mencapai Rp542,60 miliar atau naik 53,58 persen (yoy). Jumlah rekening penerima aktif mencapai 163.012 rekening, dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) terjaga di 1,75 persen.

Sementara itu, sektor pasar modal mencatat 161.483 rekening investasi pada Mei 2025, tumbuh 34,62 persen (yoy). Rekening reksadana masih mendominasi dengan 120.691 rekening atau 76,01 persen dari total investor.

Menurut OJK, pertumbuhan ini sejalan dengan program edukasi, inklusi keuangan, dan pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan di daerah tersebut.

“Kinerja solid di semua sektor menunjukkan kontribusi nyata industri jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi Tengah,” tulis OJK dalam keterangannya.