Narasita..com- PALU — Wacana mengenai Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai calon Ketua Asprov PSSI Sulteng semakin ramai dibicarakan di berbagai komunitas sepak bola. Dorongan agar sang gubernur maju disebut datang dari para pecinta sepak bola di daerah, yang menilai figur Anwar memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan olahraga tersebut.
Sejumlah pemerhati dan komunitas sepak bola menilai Anwar layak diusung karena kiprahnya saat memimpin daerah maupun dalam aktivitas politik nasional. Saat menjabat sebagai bupati, Anwar dikenal rutin menggelar turnamen seperti Piala Bupati yang memberi ruang bagi klub-klub lokal untuk berkembang.
Ketika duduk di DPR RI, ia turut mendukung terselenggaranya turnamen berskala lebih luas seperti AH Cup yang melibatkan banyak kabupaten/kota di Sulteng. Belakangan, ia juga mendorong bergulirnya BERANI Cup serta inisiatif pembentukan sekolah-sekolah sepak bola di desa, salah satunya di Desa Siendeng, Kabupaten Parigi Moutong. Sejumlah penggiat olahraga menilai langkah itu sebagai komitmen terhadap pembinaan usia dini.
Karena itu, bagi sejumlah pihak yang mendorong, kehadiran Anwar sebagai calon ketua tidak sekadar simbolik, melainkan dianggap representasi dari sosok yang konsisten mendukung perkembangan sepak bola daerah.
Penggiat sepak bola muda, Rizky Samadani — yang namanya ikut disebut dalam diskusi publik — menegaskan bahwa dukungan tersebut murni berasal dari masyarakat.
“Dorongan ini murni datang dari kami. Tidak ada pembahasan resmi ataupun komunikasi khusus soal itu dengan Pak Gubernur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wacana tersebut tumbuh dari diskusi komunitas yang menginginkan percepatan pembinaan sepak bola. “Ini berkembang dari obrolan lapangan. Semua murni aspirasi, bukan arahan dari pihak mana pun,” katanya.
Beberapa tokoh olahraga lainnya juga menyampaikan pandangan serupa. Menurut mereka, figur yang memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan usia dini dibutuhkan untuk membawa Asprov PSSI Sulteng ke arah yang lebih profesional.
“Kami berharap beliau mempertimbangkan dorongan ini. Jika mayoritas pecinta bola menghendaki, tentu akan menjadi harapan besar bagi kemajuan sepak bola Sulteng,” ujar seorang penggiat sepak bola yang enggan disebutkan namanya.
Di tengah menguatnya aspirasi tersebut, para pendukung menegaskan bahwa dorongan itu tidak terkait kepentingan politik atau jabatan. “Fokus kami hanya satu: sepak bola Sulteng harus lebih maju,” tutup Rizky.rlis





