Narasita Com- Palu – Jurnalis investigasi dituntut untuk memiliki data yang akurat serta melakukan riset mendalam dalam menghasilkan sebuah berita yang kredibel.

Hal ini ditegaskan oleh Jurnalis Senior, Yardin Hasan, dalam pelatihan Jurnalistik Investigasi dan Liputan Korupsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, Senin (17/2/2025).

“Untuk meliput sebuah berita investigasi, diperlukan bukti yang akurat serta riset yang mendalam,” ujarnya.

Yardin menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam jurnalisme investigasi adalah mengidentifikasi pihak yang benar-benar terlibat dalam suatu industri atau peristiwa besar. Ia mencontohkan industri pertambangan sebagai sektor yang sering kali menyembunyikan aktor-aktor utama di baliknya.

“Kita tidak selalu mengetahui siapa pemilik sebenarnya dari suatu perusahaan tambang. Ada perusahaan yang beroperasi di dekat rumah seseorang, namun sulit diungkap siapa pemiliknya. Dalam situasi seperti ini, jurnalis harus berupaya mendapatkan informasi yang akurat,” jelasnya.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam mengungkap fakta di balik industri yang tertutup. Ia menyoroti bahwa dalam banyak kasus, yang terlihat hanya nama-nama direktur yang bisa jadi hanyalah figur formal, sementara pemilik sebenarnya tidak diketahui publik.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) periode 2021-2024 ini juga menambahkan bahwa peliputan investigasi sangat sensitif dan rawan karena melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, kerja sama tim menjadi kunci dalam menguji keakuratan data dan laporan.

Selain itu, Yardin menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas sesuai dengan Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.

“Dengan menjaga independensi dan profesionalisme, media bisa terus menjadi pilar demokrasi yang sehat dan terpercaya,” pungkasnya.