PALU, NARASITA – Jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam membantu masyarakat dan personel yang terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Dukungan ini memperlihatkan soliditas Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam penanganan dampak gempa Flores dan memastikan kehadiran negara sampai di lapangan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama dari seluruh jajaran Pemasyarakatan. Menurutnya, bantuan yang disalurkan Kemenimipas menunjukkan bahwa perhatian terhadap masyarakat, pegawai, serta warga binaan yang terdampak adalah tanggung jawab kolektif. Soliditas Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam penanganan gempa Flores menjadi kunci.

“Kami jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mendukung penuh langkah Kemenimipas dalam membantu masyarakat dan jajaran yang terdampak gempa Flores. Soliditas seperti ini penting untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang terdampak tidak merasa menghadapi kondisi ini sendirian,” kata Herman.

Herman menambahkan, jajaran Pemasyarakatan Sulteng berkomitmen menjaga semangat solidaritas dan kepedulian antar satuan kerja. Baginya, tugas Pemasyarakatan tidak hanya mencakup pembinaan dan pelayanan, tetapi juga bagaimana jajaran mampu hadir dalam situasi kemanusiaan yang memerlukan dukungan. Ini adalah bagian dari peran Kanwil Ditjenpas Sulteng.

“Ini menjadi pengingat bahwa kita adalah satu keluarga besar Pemasyarakatan. Ketika ada masyarakat maupun jajaran yang mengalami musibah, kepedulian harus diwujudkan melalui dukungan nyata sesuai kemampuan dan kewenangan kita,” lanjut Herman.

Dukungan dari Kanwil Ditjenpas Sulteng ini sejalan dengan langkah Kemenimipas yang menyalurkan bantuan bagi korban gempa Flores, sekaligus memastikan kondisi jajaran Pemasyarakatan yang terdampak mendapat perhatian. Bantuan yang berasal dari donasi seluruh jajaran Kemenimipas diserahkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi yang mewakili Menteri Imipas Agus Andrianto di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Kamis (03/09/2026).

“Pak Menteri menekankan pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat maupun jajaran Kemenimipas yang terdampak bencana. Karena itu, pemantauan dan penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dilanjutkan dengan memastikan kebutuhan pemulihan di lapangan segera ditindaklanjuti,” ungkap Mashudi.

Bantuan yang disalurkan cukup besar, meliputi 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan, dan multivitamin. Dukungan juga datang dari Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas serta Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan. Bantuan ini menyasar masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Kelas IIB Ruteng, warga binaan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.

“Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan jajaran, warga binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” terang Mashudi.

Usai menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjenpas NTT) meninjau langsung kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng. Rutan tersebut ikut terdampak gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan. Ditjenpas sebelumnya telah menurunkan tim untuk asistensi dan penilaian tingkat kerusakan. Hasil penilaian awal menunjukkan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan berat dan memerlukan pembangunan kembali. Hasil ini akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan penanganan dan Rencana Anggaran Biaya.

Mashudi meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng. Perhatian terhadap kondisi fisik rutan juga dibarengi dengan memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan. Pihaknya memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan tetap diberikan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk pemberian remisi yang tetap diupayakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kemenimipas memastikan aset negara yang telah dialihkan dapat segera memiliki status administrasi yang jelas dan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian. Melalui penyaluran bantuan, peninjauan langsung fasilitas Pemasyarakatan yang terdampak, serta pengawalan aset negara, Menteri Imipas Agus Andrianto memastikan kehadiran Kemenimipas tidak hanya dirasakan di tingkat kebijakan, tetapi juga sampai ke lapangan. Masyarakat, pegawai, maupun WBP yang terdampak gempa Flores menjadi bagian dari perhatian Kemenimipas dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Bagi Kanwil Ditjenpas Sulteng, langkah ini menjadi bagian penting dari penguatan soliditas jajaran Pemasyarakatan secara nasional. Herman berharap kepedulian dan gotong royong antar satuan kerja terus dijaga, sehingga setiap jajaran maupun masyarakat yang menghadapi kondisi sulit dapat memperoleh dukungan yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan dari seluruh jajaran, termasuk Kanwil Ditjenpas Sulteng.