Narasita -MOROWALI – Kericuhan besar terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat malam (8/8/2025) sekitar pukul 22.00 WITA. Aksi massa ini disertai pengrusakan, penjarahan, dan pembakaran sejumlah kendaraan, yang diduga dipicu oleh kematian seorang pekerja akibat penganiayaan.

Head of Media Relations IMIP, Dedi Kurniawan, menyampaikan bahwa sekelompok orang yang terlibat penjarahan telah diamankan oleh pihak keamanan perusahaan (security) bersama aparat kepolisian. Para pelaku pengrusakan dan penjarahan diketahui membawa senjata tajam saat beraksi, sehingga menimbulkan kepanikan di lingkungan perusahaan. “Beberapa pelaku sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen ketika sejumlah pekerja merusak fasilitas di dalam kawasan industri, menjarah barang-barang, serta membakar kendaraan roda dua dan roda empat.

Kerusuhan tersebut terjadi tidak lama setelah kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menewaskan seorang pekerja bernama Muhammad Rijal, warga asal Sulawesi Tenggara, pada Kamis malam (7/8/2025) di Bahodopi.

Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain, dalam konferensi pers di Mapolres Morowali pada Jumat malam, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan empat orang sebagai terduga pelaku. Satu di antaranya adalah anggota Polda Sulawesi Tengah, sementara tiga lainnya merupakan petugas keamanan perusahaan.

“Selain empat terduga ini, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. Korban dianiaya dan dikeroyok dengan tuduhan terkait kasus pencurian mobil. Meski sempat dibawa ke Puskesmas Bahodopi, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang dideritanya,” kata Zulkarnain.

Kabid Propam Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Roy Satya, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap anggota kepolisian yang terbukti terlibat dalam tindak pidana. “Kami tidak akan mentolerir pelanggaran apapun oleh anggota, apalagi yang mengakibatkan hilangnya nyawa,” ujarnya.

Protes Warga dan Kondisi Terkini
Kematian Muhammad Rijal memicu aksi protes warga Desa Labota pada Kamis malam hingga Jumat dini hari. Warga turun ke jalan menuntut agar para pelaku segera ditangkap.

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Sulawesi Tenggara.

Polisi saat ini berupaya menenangkan situasi melalui pendekatan persuasif terhadap para pekerja. Kondisi di kawasan PT IMIP dilaporkan telah berangsur kondusif.

Bupati Morowali, Kapolres Morowali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta manajemen PT IMIP dijadwalkan menggelar rapat koordinasi pada Sabtu pagi ini untuk membahas langkah penanganan dan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.